Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Harga ikan di Nabire masih mahal
  • Jumat, 15 Desember 2017 — 02:56
  • 2164x views

Harga ikan di Nabire masih mahal

“Faktor pertama jumlah penangkap ikan. Yang mana jumlah pembudidaya ikan ada 1.400 orang dan nelayan 3.500 orang, maka total penangkap ikan di Nabire 5.000 orang. Itu masih terbilang sedikit untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya saat ditemui Jubi, Kamis (14/12/17).
Penjual ikan di pasar sore Nabire - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Harga jual ikan di pasar-pasar di Kabupaten Nabire terus melonjak.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait mahalnya harga ikan di Nabire, Kepala Dinas Perikanan Nabire, melalui Kepala Bidang Perikanan Budi Daya, Barnabas Hukubun, mengatakan ada beberapa faktor penyebab naiknya harga.

“Salah satu faktor yakni jumlah penangkap ikan. Yang mana jumlah pembudidaya ikan ada 1.400 orang dan nelayan 3.500 orang, maka total penangkap ikan di Nabire 5.000 orang. Itu masih terbilang sedikit untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya saat ditemui Jubi, Kamis (14/12/17).

Dijelaskannya, rata-rata yang menangkap ikan secara rutin hanya non-Papua khususnya warga bugis dan buton. Terlebih hasil tangkapan mereka dinilai lebih banyak dibanding nelayan OAP.

“Hasil tangkapan mereka dikonsumsi 130 ribu jiwa penduduk Nabire dan enam kabupaten tetangga, maka dari jumlah nelayan dan penduduk tidak seimbang,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mengatasi mahalnya harga ikan, pihaknya telah meminta bantuan kapal penangkap ikan ke Kementerian Perikanan, namun masih terkendala dengan pembentukan kelompok nelayan.

“Kami telah berupaya melalui kementerian, hanya saja salah satu persyaratan untuk mendapatkan bantuan kapal harus mempunyai kelompok nelayan. Kami akan upayakan."

Seorang nelayan sekaligus penjual ikan, La abu, mengatakan penyebab naiknya harga ikan, juga diakibatkan faktor cuaca. "Di dalam teluk ini memang cuacanya terlihat cerah, tetapi di luar teluk ada angin dan ombak."

Seorang pembeli ikan, Wahyuni, juga mengeluhkan terkait kenaikan harga ikan. "Semoga pemerintah tetap mengontrol harga." (*)

loading...

Sebelumnya

Dinas Perdagangan Nabire jamin stok sembako aman jelang Natal

Selanjutnya

Komite Parlemen Selandia Baru dapat pembekalan soal West Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4807x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4196x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3732x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3412x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3291x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe