Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Prostitusi dan perdagangan anak di Pasifik
  • Jumat, 15 Desember 2017 — 04:49
  • 1185x views

Prostitusi dan perdagangan anak di Pasifik

Fiji dan Kepulauan Solomon telah diidentifikasi sebagai pusat hotspot untuk prostitusi dan perdagangan anak.
Seorang ibu di salah satu negara Asia Tenggara menutupi wajah putrinya untuk melindungi identitas dirinya yang menjadi korban perdagangan anak - UNICEF
PINA
Editor : Zely Ariane
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Suva, Jubi - Fiji dan Kepulauan Solomon telah diidentifikasi sebagai pusat hotspot untuk prostitusi dan perdagangan anak.

Data ini diterbitkan dalam Laporan Perdagangan Manusia PBB 2017 yang dibagikan kepada peserta sesi Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) pada Pekan International Civil Society Week (Pekan Masyarakat Sipil Internasional; ICSW) yang diadakan di Suva.

Laporan itu menyatakan bahwa kedua negara tersebut digunakan sebagai sumber, transit dan tujuan akhir tidak hanya orang lokal namun juga Laki-laki dan perempuan asal Asia Tenggara yang menjadi sasaran kerja paksa dan prostitusi  paksa, dan anak-anak setempat pun menjadi korban perdagangan seks dan pekerja anak.

Laporan itu juga merincikan bagaimana anak-anak beresiko dilecehkan dan dieksploitasi secara seksual, berdasarkan pengalaman anak-anak yang diabaikan dan dilecehkan oleh orang tua dan mereka yang hidup dan bertumbuh tanpa orang tua kandung mereka.

Kekerasan seksual terhadap anak-anak diakui secara internasional sebagai pelanggaran paling berat terhadap HAM dan juga merupakah bentuk pelecehan dan eksploitasi anak yang paling buruk.

Iris Low-Mckenzie, CEO dari Save the Children's Fund mengatakan bahwa pelaku pelecehan dan eksploitasi adalah laki-laki dan umumnya laki-laki dengan otoritas di masyarakat.

“Kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah masalah global dan dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan di seluruh negara-negara Pasifik,” kata Mckenzie.

Dia mengatakan wilayah Pasifik memerlukan pendekatan holistik dan antardepartemen untuk melindungi anak-anak dari pelecehan seksual dan eksploitasi seksual.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Kepentingan nasional Vanuatu harus diatas kepentingan partai

Selanjutnya

Kelalaian Australia atas Manus ‘cemari’ upaya pembangunan Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe