Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kelalaian Australia atas Manus ‘cemari’ upaya pembangunan Pasifik
  • Jumat, 15 Desember 2017 — 04:52
  • 1290x views

Kelalaian Australia atas Manus ‘cemari’ upaya pembangunan Pasifik

“Sementara kita bekerja untuk memperkuat pemerintahan yang bertanggung jawab dan hak asasi manusia di Kepulauan Solomon, negara kita bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia pencari suaka di negara tetangga Papua Nugini.”
Para pengungsi melakukan demonstrasi di Pusat Transit Lorengau yang belum selesai kosntruksinya 27-11-2017 - RNZI/ Supplied
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Honiara, Jubi - Dua puluh tujuh pekerja pembangunan Australia di Pasifik mengatakan usaha mereka dirusak oleh perlakuan tidak manusiawi pemerintah Australia atas pengungsi yang diasingkan ke Pulau Manus, Papua Nugini.

Dalam sebuah surat terbuka kepada Perdana Menteri Australia,  Malcolm Turnbull, dan pemimpin Oposisi Bill Shorten, kelompok orang Australia tersebut, termasuk di dalamnya dokter, perawat dan guru di Kepulauan Solomon, mengatakan bahwa reputasi Australia di wilayah tersebut telah tercemar.

“Perlakuan Pemerintah Australia terhadap pencari suaka di Pulau Manus merendahkan dan mencemari pekerjaan kami dan merusak reputasi Australia.

“Sementara kita bekerja untuk memperkuat pemerintahan yang bertanggung jawab dan hak asasi manusia di Kepulauan Solomon, negara kita bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia pencari suaka di negara tetangga Papua Nugini.”

Salah satu penandatangan surat terbuka itu, pengacara Ben Lilley mengatakan bahwa klaim pemerintah yang ingin menjadi terdepan secara regional itu penuh kemunafikan.

“Kami merasa bahwa tindakan Pemerintah Australia di Manus tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin dijunjung tinggi pemerintahnya dan nilai-nilai lainnya yang kami perjuangkan sebagai pekerja pembangunan di Pasifik,” katanya.

Lilley juga mengatakan, terutama pengabaian Australia atas kebutuhan medis pengungsi Pulau Manus itu mengancam kredibilitas pekerja  bidang pembangunan kesehatan masyarakat.

“Sulit bagi pekerja pembangunan di Pasifik mempresentasikan Australia sebagai panutan untuk praktisi kesehatan masyarakat jika Australia bertindak dengan cara yang membahayakan kesehatan manusia di tempat lain di wilayah ini,” katanya.

“Ada banyak orang Australia yang bekerja di kawasan Pasifik, berkomitmen tinggi untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan negara-negara tetangga kita ... dan sangat disayangkan tindakan mulia mereka dinodai oleh tindakan Australia di Pulau Manus.”

Surat tersebut meminta agar pencari suaka di Pulau Manus untuk dibawa ke Australia.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Prostitusi dan perdagangan anak di Pasifik

Selanjutnya

RUU Kekejaman terhadap hewan ancam tradisi sabung ayam di Guam dan Mariana

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4826x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4228x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3948x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3435x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2893x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe