Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Staf ahli FKUB Papua berbagi pengalaman mencegah ekstrimisme
  • Jumat, 15 Desember 2017 — 08:49
  • 1442x views

Staf ahli FKUB Papua berbagi pengalaman mencegah ekstrimisme

Ridwan berbicara di acara regional workshop on Violent Extremism and Religious Education in Southeast Asia di Hotel Mandarin Oriental Jakarta sejak 11 hingga 13 Desember 2017.
Para pegiat damai dalam workshop regional cegah ekstrimisme - Ist
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi – Staf khusus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, Ridwan al-Makassary, berbagai pengalaman tentang gejala ekstremisme, di forum pegiat perdamaian. Ridwan berbicara di acara regional workshop on Violent Extremism and Religious Education in Southeast Asia di Hotel Mandarin Oriental Jakarta sejak 11 hingga 13 Desember 2017.

"Di Papua terdapat prasangka dan kecurigaan antara pemimpin agama tingkat akar rumput berbeda agama terkait isu Islamisasi dan Kristenisasi," ujar Ridwan al-Makassary kepada Jubi sebagaimana disampaikan pada workshop itu, Kamis, (14/12/2017).

Selain itu, ia menjelaskan, sosial media banyak menyebarkan berita kebencian yang  kemas hoax telah menciptakan miskomunikasi dan mis persepsi antara umat lintas iman. “Ini yang membuat kecurigaan bisa bersalin rupa menjadi kebencian,” kata Ridwan menambahkan . 

Dengan kondisi itu, ia menyarankan diperlukan pendidikan literasi agama setiap pemimpin agar memiliki wawasan terbuka dan inklusif untuk menyikapi perbedaan. Perbedaan yang dimaksud sebagai berkah,  bukan kutukan untuk saling membenci dan menghancurkan satu sama lain di tanah Papua.

Dalam workhop itu diharapkan menghasilkan deklarasi bersama yang ditindaklanjuti dengan aksi nyata di wilayah masing-masing. Acara dikemas dalam sidang pleno yang menampilkan narasumber dari berbagai manca negara Asia Tenggara dan dirangkaikan dengan rekap setiap harinya. 

Acara itu juga menghadirkan, cendikiawan muslim, Prof. Azyumardi Azra  yang mempresentasikan  perlunya mewujudkan kurikulum yang berpihak pada penghormatan terhadap keragaman.

"Dan mewaspadai infiltrasi kelompok-kelompok agama radikal dalam mengajarkan pendidikan agama yang menyuburkan intoleransi dan benih-benih kekerasan ekstremisme," kata dia Azyumardi Azra . (*)

loading...

Sebelumnya

Komite Parlemen Selandia Baru dapat pembekalan soal West Papua

Selanjutnya

Ratusan mahasiswa Papua se-Jabodetabek rayakan Natal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4806x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4195x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3703x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3411x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3290x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe