Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Parade Budaya Papua dan Nusantara tunda 30 Desember 2017
  • Sabtu, 15 Desember 2017 — 07:14
  • 1278x views

Parade Budaya Papua dan Nusantara tunda 30 Desember 2017

“Mereka melihat sosok Lukas bukan seorang gubernur saja tetapi lebih dari itu, beliau dilihat sebagai sosok bapa, seorang yang rendah hati, merangkul dan orang ini cukup pluralis. Di situ kita lihat bahwa Beliau salah satu putra Papua yang layak kita angkat sebagai tokoh besar Papua,” ujarnya.
Alberth Wanimbo (kiri) dan Otniel Deda (kanan) saat memberi keterangan kepada awak media di Waena, Jumat (15/12/2017). - Yuliana/Jubi
Yuliana Lantipo
Editor : Admin Jubi
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Parade Budaya Papua dan Nusantara di Jayapura, yang sedianya diselenggarakan pada pekan ini, diundur pada 30 Desember 2017, karena alasan teknis. Inti acara yang akan melibatkan ratusan tokoh adat Papua ini akan mengusung Lukas Enembe sebagai Tokoh Besar Papua.

Ketua Panitia Parade Budaya Papua dan Nusantara, Alberth Wanimbo mengatakan acara yang akan berlangsung seharian itu melibatkan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh paguyuban dari Aceh hingga Papua.

“Pada saat yang bersamaan (parade budaya), kita ada prosesi pengangkatan Lukas Enembe sebagai tokoh besar Papua,” kata Alberth di Jayapura, Jumat (15/12/2017).

Menurut Alberth, pemilihan Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi tokoh besar Papua telah melalui beberapa tahap penilaian dari berbagai kalangan seperti akademisi, aktivis, tokoh adat, serta tokoh nusantara. Untuk itu, ia mengundang seluruh masyarakat untuk terlibat.

“Mereka melihat sosok Lukas bukan seorang gubernur saja tetapi lebih dari itu, beliau dilihat sebagai sosok bapa, seorang yang rendah hati, merangkul dan orang ini cukup pluralis. Di situ kita lihat bahwa Beliau salah satu putra Papua yang layak kita angkat sebagai tokoh besar Papua,” ujarnya.

Koordinator kegiatan, Otniel Deda, ditempat yang sama menjelaskan parade budaya tersebut mengusung tema “Berbeda-beda tetapi tetap satu.” Tema tersebut, katanya, menggambarkan Papua sebagai mini Indonesia, yang harus dirawat dan bertumbuh.

“Identitas budaya orang Papua dari macam-macam suku itu tidak boleh hilang. Kemudian, dari nusantara, dalam konteks NKRI, kita perlu merangkul teman-teman kita di Papua yang telah menjadi rumah kita bersama,” kata Otniel.

Dijelaskan, massa yang akan hadir ditargetkan mencapai 50 ribu orang dari Sorong hingga Merauke. Hingga kini, sumbangan sukarela sejak 5-9 Desember, telah terkumpul 1000 ekor babi. (*)

loading...

Sebelumnya

Orang tua diminta awasi anak selama libur panjang

Selanjutnya

Jelang Natal, aktivitas jual beli dua pasar di Sentani masih normal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe