Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Direktur SKP KAME pesimis dengan janji DPRD Merauke
  • Jumat, 15 Desember 2017 — 18:37
  • 1625x views

Direktur SKP KAME pesimis dengan janji DPRD Merauke

“Terus terang saya pesimis jika dewan akan mengundang kembali mahasiswa yang tergabung dalam AMPS, guna berdialog mengenai sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi selama ini,” kata Pastor Anselmus kepada Jubi Jumat (15/12/2017).
Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Merauke beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke (KAME), Pastor Anselmus Amo, menyatakan pesimis dengan janji Dewan Perwakilan Rakyat Daerahj (DPRD) Kabupaten Merauke, yang akan mengagendakan audiensi bersama Aliansi Mahasiswa Papua Selatan (AMPS).

“Terus terang saya pesimis jika dewan akan mengundang kembali mahasiswa yang tergabung dalam AMPS, guna berdialog mengenai sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi selama ini,” kata Pastor Anselmus kepada Jubi Jumat (15/12/2017).

Dikatakan, mestinya saat mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di kantor dewan beberapa hari lalu, bertepatan dengan peringatan Hari HAM sedunia 10 Desember 2017, audiensi segera dilakukan dengan mengundang beberapa perwakilan masuk ke dalam ruangan.

“Saya ikut kecewa. Karena saat itu, ratusan mahasiswa hanya melakukan orasi di depan kantor dewan dan tak ada audiensi. Alasannya pimpinan dan anggota dewan lain sedang ada kegiatan lain,” ujarnya.

“Bagi saya, itu alasan tidak masuk akal. Meski hanya satu atau dua anggota dewan menerima mahasiswa, tetapi beberapa perwakilan diundang masuk ke dalam, sekaligus dilakukan dialog. Itu akan lebih baik daripada hanya menerima surat pernyataan sikap,” katanya.

Disampaikan, dewan adalah perpanjangan tangan rakyat. Olehnya, ketika ada yang hendak menyampaikan aspirasi, harusnya diterima dan beraudiensi di dalam ruangan.

Secara terpisah Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa mengaku, pihaknya belum bisa memberikan komentar. Karena saat aksi demonstrasi dilakukan, dirinya sedang melakukan kunjungan kerja di Distrik Muting.

“Saya belum masuk kantor sekaligus belum menerima aspirasi dari para mahasiswa itu. Sehingga belum bisa memberikan komentar sekarang,” ungkap dia. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Merauke harus bayar ganti rugi sumber air Rawa Biru

Selanjutnya

Usai bertugas di Papua, prajurit TNI dingatkan tak bawa pulang flora dan fauna

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe