Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Operator liga PT LIB dan PT GTS masih berutang ke Persipura
  • Sabtu, 16 Desember 2017 — 08:16
  • 1667x views

Operator liga PT LIB dan PT GTS masih berutang ke Persipura

"Kalau untuk PT GTS tunggakan subsidinya berupa utang rating TV atau hak siar yang harus diterima Persipura, usai mengikuti kompetisi TSC 2016 lalu. Sedangkan untuk PT. LIB masih mempunyai utang sebesar Rp2,8 miliar berupa dana subsidi ke klub," katanya kepada wartawan, Jumat (15/12/2017) di Jayapura.
Para pemain Persipura Jayapura saat menjalani latihan beberapa waktu lalu di Stadion Mandala Jayapura - Jubi/Jean Bisay.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Sekretaris Persipura Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan pihaknya saat ini mendesak operator liga yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PT. Gemilang Trisula Semesta (GTS), agar segera melunasi tunggakan subsidi yang harus diterima Persipura Jayapura, pada keikutsertaan kompetisi musim 2016 dan 2017.

"Kalau untuk PT GTS tunggakan subsidinya berupa utang rating TV atau hak siar yang harus diterima Persipura, usai mengikuti kompetisi TSC 2016 lalu. Sedangkan untuk PT LIB masih mempunyai utang sebesar Rp2,8 miliar berupa dana subsidi ke klub," katanya kepada wartawan, Jumat (15/12/2017) di Jayapura.

Bebena menjelaskan, total subsidi yang diberikan PT LIB kepada Persipura untuk satu musim kompetisi sebesar Rp7,5 miliar namun pihaknya baru menerima Rp4,7 miliar.

"Bukan hanya Persipura tetapi saya rasa semua tim peserta Liga 1 lalu sangat berharap agar PT LIB dapat dengan segera melunasi utang tersebut, apalagi khusus untuk Persipura, 90 persen pemainnya akan merayakan Hari Raya Natal sehingga membutuhkan dana tambahan," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya menghargai penjelasan PT LIB kepada Exco PSSI terkait tertundanya pembayaran tersebut, namun Bebena mengatakan sampai kapan pihaknya harus menunggu kepastian pembayarannya.

"Kami yakin PT LIB akan menuntaskan persoalan ini, hanya saja kita berharap tidak dalam waktu yang lama, karena kita dan pemain saat ini punya kebutuhan yang mendesak," katanya.

Ketua Persipura Mania, Wilson pun sependapat dengan Sekretaris Persipura Jayapura bahwa selaku operator seharusnya sudah menyiapkan anggaran sebelum kompetisi berakhir, sehingga tidak ada masalah lagi di kemudian hari. Apalagi menurutnya tahun depan kompetisi akan kembali digelar.

"Saya lihat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, pihak operator selalu meninggalkan utang kepada klub peserta kompetisi. Seharusnya yang lalu-lalu menjadi pelajaran bagi pihak operator sehingga tidak terulang lagi. Kalau sudah begini klub yang dirugikan," katanya.

Selain itu, apabila klub mendapatkan sanksi dalam sebuah pertandingan, pihak operator selalu memberikan batas waktu terkait dengan pembayaran sanksi tersebut, baik terhadap pemain yang melakukan pelanggaran ataupun klub.

"Nah, bagaimana dengan operator yang belum bisa melunasi utangnya kepada klub-klub? Ini harus tegas dan transparan sehingga ke depan kompetisi bisa berjalan dengan baik, tanpa ada batu sandungan seperti utang yang terjadi setiap tahun," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Persebaya lepas Nerius Alom, Kayame dan Imbiri ditahan

Selanjutnya

Pemkot Jayapura bahas persiapan PON 2020

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe