Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Konversi minyak tanah subsidi ke gas akan dilakukan bertahap
  • Sabtu, 16 Desember 2017 — 22:03
  • 2027x views

Konversi minyak tanah subsidi ke gas akan dilakukan bertahap

“Memang ada rencana pemerintah pusat untuk mengkonversi bagian Indonesia Timur, akan tetapi hal tersebut terkendala masalah keuangan APBN tahun lalu sehingga mundur dan mudahan-mudahan tahun ini pembangunan storage di Jayapura dan Ambon bisa dilaksanakan,” ujar Manajer Penjualan dan Pemasaran PT Pertamina MOR 8 Papua Maluku, Zibali Hisbul Masih. 
LPG 12 kilogram nonsubsidi - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Manajer Penjualan dan Pemasaran PT Pertamina MOR 8 Papua Maluku, Zibali Hisbul Masih, mengungkapkan upaya konversi minyak tanah subsidi ke gas tidak akan dilakukan pihaknya selama infrastuktur substitusi belum ada, terutama elpiji.

“Memang ada rencana pemerintah pusat untuk mengkonversi bagian Indonesia Timur, akan tetapi hal tersebut terkendala masalah keuangan APBN tahun lalu sehingga mundur dan mudahan-mudahan tahun ini pembangunan storage di Jayapura dan Ambon bisa dilaksanakan,” ujarnya, kepada Jubi, Sabtu (16/12/2017). 

Meski tak menyebut kapasitas storage yang akan dibangun, akan tetapi Zibali menegaskan bahwa upaya konversi tersebut takkan memberatkan masyarakat sebelum bahan substitusi tersebut ada dan kemungkinan akan berlaku secara bertahap. 

“Kemungkinannya akan di Jayapura dan Ambon terlebih dahulu. Jika ada elpiji 3 kg nantinya tentunya akan kita tarik minyak tanah bersubsidi di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan Jayapura untuk kerosene (minyak tanah-Red) sebesar 105 KL per hari dan sekitar 2,6 juta liter per bulan.

Mariyati, warga Entrop, mengakui saat ini masih mendapatkan minyak tanah subsidi secara periodik dan tak susah sebab di pangkalan sudah terjadwal kedatangannya.

“Ini saja saya biasanya dapat satu jerigen kini sudah dapat dua,” katanya.

Saat ditanya rencana konversi minyak tanah bersubsidi ke gas, ia pun mengaku pasrah jika itu merupakan rencana pemerintah. (*)  

loading...

Sebelumnya

Dua pekan jelang Natal, pedagang kue kering mulai bermunculan

Selanjutnya

Penyaluran Baznas Papua melebihi target

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4807x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4196x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3733x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3412x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3291x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe