Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. SPSI: Yayasan Caritas harus pekerjakan seluruh karyawan RS Mitra Masyarakat
  • Sabtu, 16 Desember 2017 — 22:54
  • 1727x views

SPSI: Yayasan Caritas harus pekerjakan seluruh karyawan RS Mitra Masyarakat

"Hari ini kami akan menandatangani surat Pemutusan Hubungan Kerja/PHK dan pada saat bersamaan langsung menandatangani kontrak kerja baru. Pembayaran hak-hak karyawan akan berlangsung paling lambat sampai 31 Desember. Kami dengan pihak manajemen YCTP juga sepakat semua karyawan dipekerjakan kembali," jelas Ketua PUK SPSI RSMM Timika, Yosep Malur.
RS Mitra Masyarakat di Timika – Jubi/tourinmap
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Timika, Jubi - Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika minta Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) mempekerjakan kembali seluruh karyawan rumah sakit itu mulai 1 Januari 2018.

Ketua PUK SPSI RSMM Timika, Yosep Malur, di Timika, Sabtu (16/12/2017), mengatakan sangat memahami situasi dilematis yang dihadapi pihak yayasan sehingga akhirnya memutuskan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja/PHK sebanyak 556 karyawan RSMM Timika dalam waktu dekat ini.

Meski menerima keputusan PHK yang segera diikuti pembayaran seluruh hak pekerja (pesangon) sesuai masa kerja masing-masing, pihak PUK SPSI RSMM minta YCTP merekrut kembali seluruh karyawan tanpa terkecuali.

"Hari ini kami akan menandatangani surat Pemutusan Hubungan Kerja/PHK dan pada saat bersamaan langsung menandatangani kontrak kerja baru. Pembayaran hak-hak karyawan akan berlangsung paling lambat sampai 31 Desember. Kami dengan pihak manajemen YCTP juga sepakat semua karyawan dipekerjakan kembali," jelas Yosep.

Ia mengatakan karyawan RSMM Timika baru mengetahui rencana PHK besar-besaran oleh pihak YCTP pada 5 Desember lalu.

"Kami sebenarnya sudah mengetahui situasi ini dari setahun lalu bahwa akan ada perampingan. Kami kaget karena manajemen YCTP memutuskan untuk melakukan PHK seluruh karyawan, tanpa mengajak kami berunding dan terkesan sangat tiba-tiba," tutur Yosep.

Pihak YCTP beralasan keputusan PHK tersebut tidak bisa dihindari untuk menyelamatkan kondisi RSMM Timika.

Sebab ke depan RSMM, tidak lagi menerima dana dengan sistem droping dari PT Freeport Indonesia melalui Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), tapi berubah menjadi klaim dengan sistem reimburs ke LPMAK.

Atas dasar itu, YCTP memutuskan untuk melakukan ‘PHK secara administrasi’ karyawan RSMM lalu akan merekrut kembali dengan kontrak baru dengan masa kerja nol tahun.

"Kalau kami mau mempersoalkan hal ini, bisa saja kami lakukan karena tidak bisa ada PHK sepihak tanpa serikat pekerja diajak berunding. Namun karena pertimbangan waktu yang diberikan ke kami sangat singkat, lalu ada keresahan di kalangan teman-teman karyawan, belum lagi hal itu akan mengganggu pelayanan pasien yang datang berobat ke RSMM, kami memutuskan menerima keputusan manajemen YCTP dengan beberapa catatan," jelas Yosep.

Yosep menambahkan dengan penerapan sistem baru di RSMM Timika yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2018, otomatis besaran gaji dan benevit yang diterima karyawan RSMM Timika akan jauh menurun dibanding dengan kondisi selama ini.

Meski harus menerima konsekuensi seperti itu, seluruh karyawan menyatakan tetap komitmen untuk bekerja kembali di rumah sakit milik LPMAK yang sudah 18 tahun beroperasi sejak 1999 itu.

"Sekarang banyak teman yang mengalami kondisi traumatis. Mereka tidak ingin kasus yang menimpa rekan-rekan pekerja PT Freeport dan subkontraktor yang mogok sejak April-Mei lalu itu juga kami alami. Apalagi kami bekerja di rumah sakit, di mana keselamatan pasien menjadi perhatian utama sebagaimana diatur dalam UU tentang rumah sakit," ujar Yosep.

Ia memastikan persoalan PHK karyawan RSMM Timika tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan kepada warga yang berobat di rumah sakit itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Brimob dan rakyat Tolikara “menangkan peperangan tanpa pertempuran”

Selanjutnya

Kebersamaan, modal utama membangun Mamberamo Tengah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe