Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. RSUD Jayapura gelar pelatihan penggunaan alat cuci darah
  • Minggu, 17 Desember 2017 — 16:29
  • 1998x views

RSUD Jayapura gelar pelatihan penggunaan alat cuci darah

CAPD merupakan metode pencucian darah mengunakan peritoneum (selaput yang melapisi perut dan pembungkus organ perut). Selaput tersebut memiliki area permukaan yang luas dan kaya akan pembuluh darah. Zat-zat dari darah dapat dengan mudah tersaring melalui peritoneum ke dalam rongga perut. CAPD juga merupakan alat cuci darah yang bisa dibawa kemana saja oleh para penderita gagal ginjal.
Instalasi Gawat Darurat di RSUD Jayapura - Jubi
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura menggelar pelatihan penggunaan peralatan cuci darah atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) untuk pasien pre modialisa.

"Kita undang beberapa profesor anastesi 'Interpentional Paint Management' untuk memberikan pelatihan terkait pengguaan alat CAPD," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, yang kini merangkap jabatan pelaksana tugas Direktur RSUD Jayapura, di Jayapura, Minggu,(17/12/17).

CAPD merupakan metode pencucian darah mengunakan peritoneum (selaput yang melapisi perut dan pembungkus organ perut). Selaput tersebut memiliki area permukaan yang luas dan kaya akan pembuluh darah. Zat-zat dari darah dapat dengan mudah tersaring melalui peritoneum ke dalam rongga perut. CAPD juga merupakan alat cuci darah yang bisa dibawa kemana saja oleh para penderita gagal ginjal.

Aloysius mengatakan pengunaaan CAPD bagi sebagian penderita gagal ginjal dianggap lebih praktis dan murah memilih metode hemodialisis (HD) atau cuci darah menggunakan mesin.

"Pelatihan ini melibatkan para perawat dan dokter spesialis penyakit dalam yang bertugas di RSU Jayapura," ujarnya.

Menurut Aloysius, pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, 15-16 Desember 2017, di kamar operasi RSUD Jayapura.

"Pelatihan ini membuktikan bahwa rumah sakit ini bukan hanya rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Papua, tetapi memang pelayanannya betul-betul dikembangkan," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, lanjut dia, alat untuk pasien pre modialisa diperkenalkan penggunaan dan pemanfaatannya kepada para dokter yang bertugas di RSUD Jayapura.

"Alat ini bisa dibawa pulang ke rumah dan pasien bisa menggunakannya sendiri di rumah. Ini akan sangat luar biasa," ujarnya.

Dia menambahkan, alat ini bisa meringankan kebosanan pasien karena yang namanya perawatan akan lama di rumah sakit sehingga pasien bisa fleksibel melakukan perawatan di rumah. (*)

loading...

Sebelumnya

Paguyuban sekolah Gembala Baik diharapkan menjadi mitra pendidikan

Selanjutnya

IKBPM -WTM gelar Natal bersama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4826x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4228x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3948x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3435x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2893x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe