Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Legislator: Ada kebijakan, harus ada solusi
  • Jumat, 28 Oktober 2016 — 08:51
  • 526x views

Legislator: Ada kebijakan, harus ada solusi

"Saya ingin mendengar pendapat para sopir. Perlu ada solusi agar jangan menimbulkan keresahan. Sopir angkot juga inikan warga negara dan berhak mencari nafkah hidup dimana saja di negara ini. Harus ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.
Sopir taxi angkutan Abepura - Waena yang mogok pada bulan Mei lalu - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, H. Syamsunar Rasyid mengingatkan penyelenggaran pemerintah di Papua, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota agar ketika mengambil suatu kebijakan, harus ada solusi yang ditawarkan jika kebijakan itu menimbulkan dampak di masyarakat.

Syamsunar yang berasal dari Dapil Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi itu mencontohkan rencana Pemerintah Kota Jayapura mendatangkan bus sebagai pengganti angkutan kota (angkot), 2017 mendatang. Rencana itu kini menimbulkan polemik dikalangan sopir angkot dalam Kota Jayapura.

"Boleh-boleh saja pakai bus, tapi apa solusi yang ditawarkan kepada para sopir angkot. Mau dikemanakan sopir dan angkot nantinya. Saya harap Pemkot Jayapura mencari solusi. Kalau angkot tak lagi diperbolehkan beroperasi, berarti penangguran bertambah. Kalau ada kebijakan yang ada dampaknya, harus ada solusi dari dampak yang disebabkan kebijakan itu," kata Syamsunar menjawab pertanyaan Jubi, Kamis (27/10/2010).

Politisi PKPI itu berencana bertamu para sopir angkutan yang beroperasi di Kota Jayapura. Ia ingin mendengar langsung tanggapan para sopir angkot terhadap rencana Pemkot Jayapura itu.

"Saya ingin mendengar pendapat para sopir. Perlu ada solusi agar jangan menimbulkan keresahan. Sopir angkot juga inikan warga negara dan berhak mencari nafkah hidup dimana saja di negara ini. Harus ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.

Rencana Pemkot Jayapura itu ditolak para sopir angkot. Para sopir angkutan di Kota Jayapura mengancam akan melakukan mogok massal jika Pemerintah Kota Jayapura mendatangkan bus pada tahun 2017 untuk angkutan kota.

“Kalau di jalan tengah kota ini ditetapkan bus, sopir-sopir akan turun jalan mogok. Siapa lagi yang kita mau angkut apabila bus beroperasi? Karena otomatis mahasiswa dan anak-anak sekolah lebih cenderung akan memilih bus ketimbang taksi,” kata sopir taksi jurusan Abepura – Waena, Baharuddin kepada Jubi.

Ia menilai, mendatangkan bus bukan solusi. Yang harus dilakukan, membangun dan menertibkan terminal Ekspo, Waena, Kota Jayapura.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Elby Unepati sudah menegaskan, 2017 akan mendapatkan bantuan bus sedang dengan daya tampung 30 kursi.

"Bus itu juga dilengkapi pendingin dan akan beroperasi di kota ini. Dengan demikian kami tak akan mengizinkan taksi tak layak untuk beroperasi," kata Elby. (*)

loading...

Sebelumnya

KNPI Papua lakukan Jambore dan Temu Akbar Pemuda Papua

Selanjutnya

Tunjukkan gambar calon wali kota, seorang pedagang dipukul

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9894x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3411x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2143x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe