Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Kurz: muda, kontroversial, bakal pemimpin termuda dunia
  • Senin, 18 Desember 2017 — 17:48
  • 711x views

Kurz: muda, kontroversial, bakal pemimpin termuda dunia

Beberapa pengamat memperkirakan Kurz bakal mengguncangkan Uni Eropa,
Sebastian Kurz. AFP/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Austria, Jubi - Tak lama lagi Sebastian Kurz , “Si Anak Ajaib’ dari Austria, bakal menjadi pemimpin termuda dunia. Dalam usianya yang ke-31 tahun, Kurz akan menjadi Kanselir Austria setelah berhasil menggolkan kesepakatan koalisi dengan partai sayap kanan, Partai Kebebasan.

Partai Rakyat (OVP) yang dipimpin Kurz memenangkan pemilu Austria pada 15 Oktober lalu dengan 31,4 persen.

Bagi para pendukungnya, Kurz adalah Emmanuel Macron-ya Austria. Macron, Presiden Prancis adalah fenomena politik. Namun bagi para pengkritiknya, dia adalah Donald Trump-nya Austria, yang menggaungkan kebijakan "Austria First", mirip dengan Presiden Amerika Serikat tersebut.

Ambisi politik Kurz telah ada sejak dia berusia 24 tahun. Pria kelahiran 27 Agustus 1986 itu terpilih menjadi ketua sayap pemuda OVP pada 2009.

Antara tahun 2010 hingga 2011 dia terpilih sebagai anggota Dewan Kota Wina. Kampanyenya saat itu cukup menggelikan, yakni dengan membagi-bagikan kondom warna hitam. Hitam adalah warna partai OVP saat itu. Slogannya, "Hitam itu Seksi." Bersama gadis-gadis berpakaian mini, Kurz membagi-bagikan kondom hitam dari atas mobil Hummer yang dia sebut "hot-o-mobile".

Pada April 2011, dalam usia 24 tahun, dia terpilih menjadi Menteri Integrasi Austria, portofolio baru dalam Kementerian Dalam Negeri.

Putra insinyur dan guru itu terpilih sebagai anggota Parlemen dalam pemilu 2013.

Kurz mengambil alih tampuk pimpinan di OVP Mei lalu dengan sangat radikal. Dia terpilih sebagai ketua partai sementara, setelah mantan ketua sekaligus Kanselir Austria Reinhold Mitterlehner mengundurkan diri.

Dia terpilih secara resmi sebagai Ketua OVP pada konvensi partai Juli 2017 dengan perolehan suara 98,7 persen.

Setelah menjadi ketua, Kurz mengganti warna partai dari hitam menjadi hijau toska.

Mahasiswa drop-out Fakultas Hukum Universitas Wina itu mengubah kebijakan OVP menjadi lebih keras terhadap imigran dan longgar soal pajak. "Tujuan kami cukup jelas. Kami ingin meringankan beban pajak rakyat dan memperkuat ekonomi untuk mendorong sistem sosial kita," kata Kurz, Jumat (15/12).

"Pertama-tama dan yang utama, kami ingin meningkatkan keamanan negeri kita, termasuk dengan cara memerangi imigran ilegal," kata Kurz, yang terpilih sebagai Menteri Luar Negeri Austria pada Desember 2013 itu seperti dilaporkan AFP.

Beberapa pengamat memperkirakan Kurz bakal mengguncangkan Uni Eropa, meski berjanji akan pro-Eropa. Gagasan Kurz mulai dari imigrasi hingga ekonomi memperlihatkan perbedaan yang sangat besar dengan kebijakan Uni Eropa.

Dengan menggandeng partai sayap kanan, Partai Kebebasan (FPO) yang anti-imigran, kalangan pengamat meramalkan keamanan Austria bakal dikendalikan FPO. Apalagi portofolio kementerian yang mengurusi keamanan dipegang oleh partai yang didirikan oleh mantan Nazi tersebut.

Dijuluki 'Wunderwuzzi', Kurz adalah ketua cabang pemuda Partai Rakyat sayap kanan 8 tahun yang lalu. Dia menikmati kenaikan karir yang pesat sejak saat itu, menjadi menteri luar negeri termuda di dunia pada 2013, sebelum terpilih sebagai ketua partai di bulan Mei.

Sebelum menjadi menteri luar negeri, Kurz merupakan figur penting di Kementerian Dalam Negeri Austria. Setelah menyelesaikan wajib militer pada 2009, dia memegang posisi penting sebagai Sekretaris Kementerian bidang Integrasi Masyarakat tahun 2011-2013. Berkat kelihaiannya itulah kaum muslim di Austria jadi lebih berbaur dan diterima oleh masyarakat di tengah tingginya sentimen anti-Islam di Eropa.

Kurz lahir pada tahun 1986, tahun yang sama dengan Olsen Twins, Robert Pattinson dan rapper Kanada, Drake dan menempatkannya 15 tahun lebih muda dari pemimpin berwajah ganteng lainnya asal Kanada, Justin Trudeau.

Kurz juga hanya 2 tahun lebih muda dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan 8 tahun lebih muda dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ini juga berarti dia secara teknis adalah 'milen' (generasi yang lahir antara tahun 1982 dan 2002) sebagai kepala negara.(*)

Sumber: CNN Indonesia/ Tempo
 

loading...

#

Sebelumnya

Australia rekomendasikan Pastor dibolehkan menikah

Selanjutnya

Mengenang Capucci, uskup agung pembela Palestina

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe