Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Waspada, cuaca ekstrim mulai makan korban
  • Senin, 18 Desember 2017 — 17:54
  • 2703x views

Waspada, cuaca ekstrim mulai makan korban

Diperkirakan masih terdapat penambang yang tertimbun longsor, namun belum diketahui jumlahnya karena sejak awal tidak diketahui jumlah pasti berapa orang yang sedang menambang pasir dan batu pada saat itu
Proses evakuasi korban longsor di lokasi penambangan galian pasir di kawasan pertambangan galian C di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Dok. BNPB/Jubi).
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Magelang, Jubi - Longsor kembali terjadi di penambangan galian pasir di kawasan pertambangan galian C di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor menimbun 16 orang, 8 meninggal dan 8 sisanya luka-luka.

"Diperkirakan masih terdapat penambang yang tertimbun longsor, namun belum diketahui jumlahnya karena sejak awal tidak diketahui jumlah pasti berapa orang yang sedang menambang pasir dan batu pada saat itu," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis, Senin (17/12).

Sutopo mengatakan, saat kejadian cuaca sedang bersahabat alias sedang tidak hujan. Para penambang pasir dan batu bekerja menggali tebing seperti biasa. Tiba-tiba terjadi longsor dan langsung menimbun para penambang yang sedang bekerja.

"Tebing lereng sungai yang curam hasil erupsi Gunung Merapi ditambang untuk diambil pasir dan batu. Kondisi lereng hampir tegak lurus sehingga mudah longsor," ujar Sutopo.

BPBD Kabupaten Magelang Bersama TNI, Polri, Basarnas, Damkar, relawan dan warga masih terus mengevakuasi korban. Alat berat dikerahkan untuk mencari korban lain.

Adapun kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di sini. Sebelumnya pernah terjadi beberapa kali longsor yang menimbun penambang pasir.

Meski kondisi tebing lereng yang ditambang hampir tegak lurus di kawasan pertambangan galian C ini membahayakan, namun aktivitas penambangan masih saja terus berlangsung.

Sementara itu, dua desa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) terdampak tanah longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil.

Dua desa yang terdampak yaitu Desa Kali, Kecamatan Pineleng dan Desa Tikela, Kecamatan Tombulu.

Dari data yang dirilis BNPB disebutkan, di Desa Kali sebanyak 12 jiwa terdampak dan sebanyak 13 kepala keluarga mengungsi.

Sementara di Desa Tikela, sebanyak 14 kepala keluarga mengungsi dan 116 (33 kepala keluarga) terdampak bencana ini.

Di Kota Manado, Dua anak warga Kelurahan Dendengan Dalam, hanyut di Sungai Sawangan, saat bermain di bronjong dan terbawa air deras, Sabtu ( 17/12/2017).

"Dua korban adalah Mudafar Alamansyah Hanapuava, umur tiga tahun, berjenis laki-laki, dan satunya adalah Rayhan Idji juga laki-laki berusia empat tahun, keduanya warga Dendengan Dalam, Paal Dua," kata Sekretaris BPBD Manado, Astuty Kai.

Salah satu korban yakni Mudafar berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga, tidak jauh dari tempatnya terjatuh, dan langsung dibawa pulang orang tuanya.

"Sedangkan, Rayhan belum ditemukan dan masih dalam pencarian," katanya.

Astuty meminta warga yang bermukim di wilayah rawan bencana untuk berhati-hati dan mengawasi anak-anak.

Dia juga minta jika supaya lebih waspada, dan segera mengungsi ke tempat yang aman, karena Manado dilanda cuaca ekstrem, sehingga berbahaya bagi siapa yang yang bermukim di area rawan bencana.

Di Kepulauan Maluku, para nelayan tradisional diimbau mewaspadai hujan lebat disertai petir di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru pada beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, mengatakan, kondisi cuaca dipengaruhi awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

"Jadi harus diwaspadai karena Laut Arafura secara geografis dekat dengan Australia sehingga harus diperhatikan para nelayan tradisional karena gelombang di laut Arafura mencapai 1,50 meter," ujarnya.

Begitu pula, para nelayan tradisional sering "hanyut" hingga diamankan pihak keamanan Australia.

Karena itu, para nelayan yang hendak menangkap ikan jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut dengan sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

"Jadi imbauan kondisi cuaca telah disampaikan melalui masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para Bupati maupun Wali Kota," kata George.

Dia mengingatkan, bila terjadi kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca.(*)

Sumber: CNN Indonesia/Antara

 

loading...

#

Sebelumnya

Merayakan hari HAM & teladan George Aditjondro

Selanjutnya

Kabupaten Gorontalo ingin kembalikan kejayaan kelapa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32871x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8918x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6425x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5707x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5579x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe