Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Gubernur janji anggarkan dana untuk dukung OAP masuk polisi
  • Senin, 18 Desember 2017 — 19:45
  • 1353x views

Gubernur janji anggarkan dana untuk dukung OAP masuk polisi

"Kami sangat membutuhkan dukungan terutama dari Pemerintah Provinsi Papua dan juga Kabupaten/kota, agar sebelum anak-anak ikut seleksi kita bisa lakukan lebih dulu program pembinaan latihan lebih dulu," ujar Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar.
Gubenur Papua Lukas Enembe bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, menandatangani kerjasama pelaksanaan bimbingan dan pelatihan - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe berjanji akan menganggarkan dana lewat APBD untuk mendukung putra-putri asli Papua yang ingin masuk kepolisian. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Enembe saat menandatangani MoU tentang pelaksanaan bimbingan dan pelatihan putra dan putri asli Papua dalam rangka seleksi penerimaan anggota Polri dengan Polda Papua, di Gedung Negara Dok V Jayapura, Senin (18/12/2017).

Ia tekankan, Pemerintah Provinsi Papua ke depan akan siap mengakomodir orang asli Papua (OAP) yang hendak ingin masuk menjadi anggota Polri di lingkungan Polda Papua.

"Mungkin ini baru pertama kali kita lakukan MoU dengan Polda Papua, kami sangat menyambut baik," ujarnya.

Menurut ia, selama ini ada kuota 70 persen untuk putra dan putri asli Papua dalam penerimaan anggota Polri di Polda Papua. Namun kenyataannya dalam setiap penerimaan tidak banyak anak asli Papua yang mencapai kuota tersebut.

Hal ini diakuinya, disebabkan karena berbagai faktor alasan karena masalah kesehatan dan psikologi yang tidak mendukung. Sehingga pada akhirnya gagal untuk memenuhi kuota 70 persen itu.

"Kami harapkan ke depan banyak anak-anak Papua yang lulus polisi, bahkan kalau bisa melebihi dari kuota yang ada," kata dia.

Di tempat terpisah, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, mengatakan MoU  
adalah wujud kebijakkan Polri dalam program afirmasi khususnya dalam rekruitmen anggota Polri.

"Dalam penerimaan anggota Polri, kami selalu berharap ada 70 persen OAP yang lolos, namun pada kenyataannya selama ini tidak bisa mencapai kuota itu," kata Boy.

Menurut ia, dari data statistik yang ada dari beberapa anak-anak Papua yang ingin menjadi anggota Polri, banyak yang gugur karena masalah kesehatan dan psikotes.

Oleh karena itu, dirinya berharap melalui program pembinaan dapat mempersiapkan anak-anak asli Papua untuk menjadi anggota Polri. 

"Dalam mempersiapkan anak-anak kita, Polda Papua tidak hanya ingin menyeleksi pada saat proses pendaftaran dimulai. Kami sangat membutuhkan dukungan terutama dari Pemerintah Provinsi Papua dan juga Kabupaten/kota, agar sebelum anak-anak ikut seleksi kita bisa lakukan lebih dulu program pembinaan latihan lebih dulu," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gubernur ingatkan Bupati Dogiyai tidak sembarang keluarkan izin

Selanjutnya

Gubernur ingatkan ASN tidak menambah hari libur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe