Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. DPRD tetapkan APBD 2018 Jayawijaya Rp 1,5 triliun
  • Selasa, 19 Desember 2017 — 18:27
  • 1106x views

DPRD tetapkan APBD 2018 Jayawijaya Rp 1,5 triliun

Meski masih terdapat defisit sebesar Rp 30 miliar, Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengatakan hal itu tidak menghambat rencana pembangunan di 2018 karena dinilai sebagai batas normal.
Pimpinan DPRD menyerahkan beberapa raperda yang telah disetujui kepada Bupati Jayawijaya -Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Jayawijaya menetapkan APBD 2018 daerah tersebut sebesar Rp 1,5 triliun lebih. Jika dibanding tahun 2017, APBD 2018 sedikit mengalami penurunan.

Meski masih terdapat defisit sebesar Rp 30 miliar, Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengatakan hal itu tidak menghambat rencana pembangunan di 2018 karena dinilai sebagai batas normal.

“Semula defisit Rp 81 miliar. Namun kami sudah menurunkan sampai Rp 30 miliar dan telah sampai pada batas normal dan wajar. APBN dengan deficit akan dilakukan sesuai peraturan pemerintah dan yang kurang bakal dikejar dalam PAD,” kata Bupati Wetipo, pada penutupan sidang RAPBD 2018, di gedung DPRD, Senin (18/12/2017) malam.

Menurut Bupati, defisit anggaran yang terjadi karena ketergantungan dana dari pusat masih tinggi, sedangkan pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah. Tahun depan pemerintah akan fokus memanfaatkan potensi-potensi pendapatan yang ada di daerah sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat.

"Yang kami tetapkan untuk 2018 sekitar Rp 1,5 triliun. Kami harapkan ini juga bisa digunakan dengan baik karena banyak anggaran akan terserap dalam pelaksanaan pilkada di kabupaten Jayawijaya," ujarnya.

Bupati menjelaskan sekitar Rp 100 miliar yang bakal dianggarkan untuk pelaksanaan pilkada Jayawijaya serta pemilihan Gubernur Papua. Anggaran ini untuk rakyat. Pemkab Jayawijaya berharap tidak ada konflik meskipun eskalasi ke depan akan semakin naik.

Selain itu, pelelangan proyek diharapkan awal 2018 sudah dilakukan. Harapannya, anggaran bisa bergulir dan berputar di masyarakat dan tidak lagi ada penyimpangan di daerah, seperti dana desa.

"Jayawijaya juga mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah dari pemerintah pusat. Namun saya belum mendapat laporan secara pasti,” kata bupati.

“Ketergantungan dalam membiayai belanja daerah masih dinominasi oleh dana perimbangan 67 persen dan dana lain-lain pendapatan yang sah 28 persen. PAD hanya berkontribusi 5 persen. Ini membuat penerimaan dari PAD harus digali dan ditingkatkan," ucap bupati menambahkan.

Wakil Ketua DPRD Jayawijaya, Matias Tabuni, berharap apa yang telah ditetapkan ini dapat dijalankan pemerintah daerah sesuai dengan apa yang telah diprogramkan.

“Sepanjang tahun ini banyak yang telah dikerjakan, tetapi juga masih banyak kekurangan. Untuk itu, tahun anggaran baru nanti diharapkan segala koordinasi tetap berjalan dan seluruh program untuk rakyat terlaksana dengan baik,” kata Matias Tabuni. (*)

loading...

Sebelumnya

SK baru Bupati, jabatan kepala kampung enam tahun

Selanjutnya

Pemkab Yahukimo salurkan dandes tahap dua pakai sistem berbeda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe