Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kata legislator, jangan berharap Jokowi selesaikan masalah Papua
  • Selasa, 19 Desember 2017 — 18:56
  • 1549x views

Kata legislator, jangan berharap Jokowi selesaikan masalah Papua

"Tidak akan ada penyelesaian masalah Papua. Kasus Paniai, hinggga kini tidak ada kejelasan penyelesaian, padahal beberapa pekan setelah kejadian, 8 Desember 2014, Jokowi ke Papua untuk Natal bersama," kata Ruben via teleponnya kepada Jubi, Selasa (19/12/2017).
Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Papua, 9 Mei 2017 lalu - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua Komisi I DPR Papua yang membidangi politik, hukum dan HAM, Ruben Magai mengatakan, jangan berharap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dapat menyelesaikan masalah Papua, meski selama memimpin negara ini, setiap tahun Jokowi berkunjung ke Papua.

Ia mengatakan, seribu kali pun Jokowi ke Papua tak akan menyelesaikan masalah Papua, karena tujuannya bukan untuk itu.

"Tidak akan ada penyelesaian masalah Papua. Kasus Paniai, hinggga kini tidak ada kejelasan penyelesaian, padahal beberapa pekan setelah kejadian, 8 Desember 2014, Jokowi ke Papua untuk Natal bersama," kata Ruben via teleponnya kepada Jubi, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, kasus masih hangat dalam ingatan. Penembakan di Lapangan Karel Gobai, Enarotali kala itu, tidak hanya melukai belasan warga sipil, namun empat siswa SMA meninggal dunia setelah tertembus timah panas.

"Kasus ini terjadi beberapa bulan setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden Indonesia. Ketika Natal di Papua, Jokowi berjanji akan menuntaskan kasus Paniai dan memerintahkan jajarannya membentuk tim, tapi penyelesainnya tidak jelas," ujarnya.

Katanya, kasus Paniai hanyalah satu dari sekian kasus di Papua yang belum terungkap. Dalam beberapa kasus, aktor di balik dugaan pelanggaran HAM itu justru mendapat kenaikan pangkat dan jabatan.

"Misalnya kasus Abepura berdarah, 7 Desember 2000, Daud Sihombing yang ketika itu menjabat Kapolres Jayapura yang ketika itu melaksanakan operasi kini menjadi jenderal bintang dua," katanya.

Dalam kasus pembunuhan tokoh Papua, Theys Eluay, 10 November 2001, Mayjen Hartomo yang ketika itu menjabat Komandan Satuan Tugas (Satgas) Tribuana 10 di Papua yang disebut orang paling bertanggungjawab dalam kejadian itu, kini menjabat Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS).

"Wiranto juga salah satu pelaku pelanggaran HAM berat dalam kasus Biak berdarah, kini menjabat Menkopolhukam. Saya selalu katakan, ada separatis berdasi di dalam sistem. Mereka menganggap diri mereka kebal hukum, tidak perlu dihukum. Jadi tidak ada harapan," ucapnya.

Selain dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Ibu Nasional di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 22 Desember 2017, Presiden Jokowi juga dijadwalkan ke Kabupaten Nabire, Papua pekan ini.

Di Nabire, Presiden Jokowi dijadwalkan akan meresmikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di kawasan Kalibobo dan RSUD Nabire.

"Kadatangan presiden dirahasiakan, tapi dalam pekan ini," kata Kepala Bagian Humas Setda Nabire, Yeremias Degei, Senin (18/12/2017). (*)

loading...

Sebelumnya

Dua Raperda masuk Prolegda 2018, John nyatakan siap kawal

Selanjutnya

Freeport dinilai perlu dipaksa bayar tunggakan PAP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe