Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. LMA dan Suku Besar Wate ancam palang Bandara Kaladiri Nabire
  • Kamis, 21 Desember 2017 — 10:14
  • 1462x views

LMA dan Suku Besar Wate ancam palang Bandara Kaladiri Nabire

“Kami pemilik hak ulayat tapi tidak dihargai. Padahal kami sudah menunggu beberapa jam di sini," katanya saat bernegosiasi dengan anggota Paspampres di pintu masuk bandara,  Kaladiri, Nabire, Rabu (20/12/17).
LMA dan Kepala Suku Besar Wate beserta beberapa awak media sedang bernegosiasi dengan anggota Paspampres di pintu masuk Bandara Karadiri Nabire, Rabu (20/12/17) - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Saat kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (20/12/2017) kemarin, di Nabire, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Nabire dan Suku Besar Wate Nabire, mengancam akan memalang lokasi Bandara Douw Atarure di kawasan Kaladiri, Distrik Wanggan, Kabupaten Nabire.

Pasalnya, panitia mengundang LMA dan para tokoh Suku Wate sebagai pemilik hak ulayat, namun ketika di lokasi, pasukan pengamanan presiden (Paspampres) tidak mengizinkan mereka masuk.

Bukan hanya pemilik hak ulayat, akan tetapi beberapa media juga mengaku tidak diizinkan masuk, kendati telah mengantongi id card khusus dari panitia.

Ketua LMA Nabire, Herman Sayori, mengatakan sangat kecewa sebab mereka punya hak ulayat di daerah tersebut.

“Kami pemilik hak ulayat tapi tidak dihargai. Padahal kami sudah menunggu beberapa jam di sini," katanya saat bernegosiasi dengan anggota Paspampres di pintu masuk bandara,  Kaladiri, Nabire, Rabu (20/12/17).

Dikatakan, mereka heran sebab ada undangan panitia dan telah diberikan id card khusus namun dipersulit saat masuk.

“Kami tunggu di sini dari pagi dan atas undangan panitia yang kami terima. Apa artinya itu? Kami akan palang bandara dalam waktu dekat ini!" sampainya.

Di tempat yang sama, Kepala Suku Besar Wate Kabupaten Nabire, Alex Raiki, mengatakan kehadirannya bersama LMA ingin menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dalam hal ini presiden.

“Sehingga perlu diakomodir dengan baik, agar tidak mengecewakan kami di sini. Untuk apa kami diundang kalau jadinya begini?” kesalnya.

Keduanya berjanji dalam waktu dekat akan melakukan pemalangan lokasi bandara tersebut. "Dan bukan hanya di lokasi bandara, kami juga dilarang masuk ke lokasi peresmian PLTMG." (*)

loading...

Sebelumnya

Jokowi: Terminal penumpang Bandara Douw Aturure dibangun 2018

Selanjutnya

Presiden Jokowi tinjau pelabuhan Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9765x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3398x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2131x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe