Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ketua KPU Papua: Kesalahan pelaksanaan pemilukada, penyebab PSU
  • Kamis, 21 Desember 2017 — 20:22
  • 1271x views

Ketua KPU Papua: Kesalahan pelaksanaan pemilukada, penyebab PSU

"Rakyat ini kan sudah tahu, calon lain juga memantau. Kalau ada kesalahan dan diajukan ke panwas, panwas rekomendasikan ulang, kami ulang," katanya, Kamis (22/12/2017).
Ilustrasi pelaksanaan pemilukada serentak 2017 di Papua - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, pemungutan suara ulang (PSU) terjadi dalam pemilukada di suatu daerah, karena ada kesalahan pelaksanaan.

Ia mengatakan, PSU terjadi karena ada sebabnya, atau ada sesuatu yang tidak beres yang dilakukan penyelenggara misalnya KPU atau calon, sehingga perlu diperbaiki.

"Rakyat ini kan sudah tahu, calon lain juga memantau. Kalau ada kesalahan dan diajukan ke panwas, panwas rekomendasikan ulang, kami ulang," katanya, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, PSU tidak hanya direkomendasikan panwas, melainkan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Artinya itu salah dan jangan terjadi dalam pemilihan. Kalau dibawa ke MK dan buktinya lengkap, MK perintahkan ulang. Berarti ada proses yang penyelenggara dan peserta harus ikuti aturan mainnya," ujarnya.

Katanya, dalam pelaksanaan pemilukada, eksekutor adalah KPUD kabupaten dan kota, karena mereka yang melakukan sosialisasi dan rekap tingkat bawah.

"Mereka perlu kami beri penguatan, sehingga dalam pelaksanannnya mereka bukan tampil sebagai pencipta konflik, tapi penyelenggara yang benar-benar independen," katanya.

Selain itu lanjut Adam, jelang pelaksanaan pemilukada, masyarakat juga harus terus diimbau, dalam memilih calon adalah tanggung jawab sebagai warga, sehingga diharapkan pilkada berjalan aman, baik dan damai.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt. Lipius Biniluk mengatakan, pihaknya siap membantu pelaksanaan pemilukada damai di Papua, 2018 mendatang melalui sosialisasi.

"Ketika hari H semua warga yang punya hak pilih datang, tidak boleh ada konflik, karena masyarakat adalah umat yang kami layani dan calon-calon juga umat yang kami layani," kata Lipius Biniluk belum lama ini.

Menurutnya, boleh saja ada pihak beranggapan Papua rawan konflik pada pemilukada mendatang, namun penilaian ini harus ditepis.

"Kami berusaha tepis itu, dan kami optimis komunikasi yang dibangun akan menghasilkan pemilukada aman dan damai. Apa yang perkirakan tidak akan terjadi. Kami ingin buat itu," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU Papua beri penguatan kepada KPUD kabupaten dan kota

Selanjutnya

Pendanaan PON diharap tidak membebani APBD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat