Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Wakil Bupati Nabire dilaporkan dugaan ijazah palsu
  • Jumat, 28 Oktober 2016 — 20:21
  • 1519x views

Wakil Bupati Nabire dilaporkan dugaan ijazah palsu

“Tujuan laporan ini semata-mata untuk mendapatkan keadilan. Dugaan kami terkait ijazah dan gelar palsu yang digunakan Amirulla Hasyim,” kata pelapor Decky Kayame di Nabire, ketika ditemui wartawan, Jumat (28/10/2016).
Decky Kayame (baju putih) ketika menemui Kajari Nabire - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Wakil Bupati Nabire dilaporkan ke Kajaksaan Negeri Nabire terkait penggunaan Ijazah palsu. Pasalnya pelapor merasa dirugikan saat pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Nabire 2015.

“Tujuan laporan ini semata-mata untuk mendapatkan keadilan. Dugaan kami terkait ijazah dan gelar palsu yang digunakan Amirulla Hasyim,” kata pelapor Decky Kayame di Nabire, ketika ditemui wartawan, Jumat (28/10/2016).

Decky menjelaskan pada Juli 2016 lalu pihaknya mendapatkan dokumen persyaratan pendaftaran calon bupati/wakil bupati nomor urut satu, atas nama Amirullah  Hasyim. S.IP.MM beserta ijazah SD Sampai ijazah S-2 dan beberapa persyaratan lainnya. Terdapat dua penulisan nama, yakni ijazah SD sampai SMA menggunakan nama Amirullah. Dan Amirullah Hasyim pada ijazah sarjanannya.

“Padahal saya dahulu hanya karena salah menulis Decky menjadi Deki, penyelenggara mempersulit bahkan nyaris menggugurkan  saya,” katanya.

Ijazahnya dari S-I dan S-2-nyapun, Decky mengaku memiliki bukti dari kopertis Wilayah VIIJawah Timur melalui surat bernomor : 1633/K7/KL/2016 tertanggal 18 Agustus 2016 perihal mengenai penjelasan perkuliahan diluar domisili STIE Indonesia Malang.

“Jadi mengangkut keabsahan ijazah tersebut yang ingin kami laporkan agar tidak terjadi pembohongan publik. Kami percayakan langsung kepada kejaksaan Negeri Nabire untuk membuka dan mengangkat sesuai dengan prosedur hukum yang ada. jangan seolah - olah mereka tidak tahu,” jelasnya.

Sementara itu. Kepala kejaksaan Tinggi Negeri Nabire, Gde Made Pasek Swardhyana ketika menerima pelapor mengatakan seharusnya kalau ada dugaan seperti itu, pelapor harus melapor ke Kepolisian.

“Karena sudah sampai ke kejaksaan dan hanya tembusan ke pihak Kepolsian, kami akan mempelajari dulu sebelum melangkah,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Tarif wajib lapor di jalan lintas Nabire bisa dibarter dua ekor ayam

Selanjutnya

TNI dan Polri amankan aset dua perusahaan tambang di Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe