Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga minuman soda di pedalaman Papua melonjak drastis
  • Minggu, 24 Desember 2017 — 19:06
  • 3649x views

Harga minuman soda di pedalaman Papua melonjak drastis

"Kalaupun dapat, harganya sudah naik. Naiknya pun banyak sekali," ujarnya.
Ilustrasi - Tempo.co
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Menjelang perayaan Natal, harga berbagai barang kebutuhan termasuk minuman soda atau kemasan di pedalaman Papua, seperti di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, melonjak drastis.

Sadar Parlindungan Saragih, salah satu warga Serui, Minggu, (24/12/2017), mengatakan harga minuman kemasan di daerah itu cenderung melonjak cukup tinggi dari harga sebelumnya.

Misalnya minuman cocacola, sprite dan fanta untuk ukuran satu liter yang sebelumnya hanya dijual Rp100.000 per lusin, kini naik bervariasi antara Rp140.000-Rp150.000 per lusin.

Begitu pula halnya minuman cocacola, fanta dan sprite kaleng yang biasanya hanya dijual Rp90 ribu per lusin, kini menjelang hari pertama Natal naik menjadi Rp120.000 per lusin.

Menurut dia, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, selain stok minuman di Yapen yang kian menipis.

Hal senada juga disampaikan Ebson, warga Serui lainnya, yang mengaku kesulitan mendapatkan minuman kemasan tersebut, padahal sangat dibutuhkan untuk perayaan Natal.

"Kalaupun dapat, harganya sudah naik. Naiknya pun banyak sekali," ujarnya.

Nurhayati, seorang distributor minuman kemasan di Pasar Serui mengatakan harga naik karena pihaknya merespons lonjakan permintaan konsumen.

"Kami menjual dengan harga tinggi karena stok terbatas, jadi kami datangkan dari Kabupaten Nabire dan Biak Numfor," katanya.

Harga fanta, sprite dan cocacola kemasan satu liter dijual distributor dengan harga rata-rata Rp120.000 per lusin.

Dia juga mengaku sudah tidak memiliki stok. "Saya terpaksa menaikkan harga, karena saya datangkan dari dua kabupaten ini. Kami hanya untung Rp100.000," kata Nurhayati.

"Harga terpaksa kami naikkan karena stok terbatas, kebanyakan kios dan pusat perbelanjaan di Serui habis," kata Ilham, seorang pedagang minuman di Toko Serui Indah, yang ditemui secara terpisah di Serui. (*)

loading...

Sebelumnya

BPH Migas pastikan harga BBM di Yahukimo stabil

Selanjutnya

Tahun 2017, penjualan Honda di Papua turun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4807x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4195x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3728x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3412x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3291x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe