Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Tahun 2017, penjualan Honda di Papua turun
  • Rabu, 27 Desember 2017 — 16:46
  • 1658x views

Tahun 2017, penjualan Honda di Papua turun

“Memang di minggu terakhir penjualan naik tapi over all kemungkinannya turun sudah lebih dari 30 persen. Penjulan sepeda motor di Papua dan Papua Barat menunjukkan tren negatif sebesar 30-40 persen,” ujar Ronny kepada Jubi, Rabu (27/12/2017).
CRF150L, salah satu produk Honda yang diluncurkan beberapa waktu lalu - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

 Jayapura, Jubi - Manager Marketing Astra Motor Papua, Ronny Natsir, mengungkapkan Januari hingga Desember 2017, penjualan motor di Papua dan Papua Barat terkoreksi hamper 40 persen. 

“Memang di minggu terakhir penjualan naik tapi over all kemungkinannya turun sudah lebih dari 30 persen. Penjulan sepeda motor di Papua dan Papua Barat menunjukkan tren negatif sebesar 30-40 persen,” ujar Ronny kepada Jubi, Rabu (27/12/2017).

Ronny menambahkan penyebabnya ada beberapa factor. Selain daya beli menurun, masalah peraturan pemerintah dan dana otsus yang belum cair serta perpanjangan izin Freeport yang belum jelas, membuat penjualannya tergoyahkan dari target 30 ribu unit di tahun ini

Meskipun begitu, ia optimis kenaikan penjualan ke delapan tahun 2018 akan lebih baik lagi dengan adanya konsentrasi pemerintah pusat ke proyek infrastruktur seperti PON 2020, proyek listrik akan mempengaruhi perkonomian di Papua.

“Tahun depan kita prediksi harus lebih baik dari tahun ini. Kita ingin ini rebounce target 35 ribu di tahun depan akan tercapai,” ujarnya.

Iapun menjabarkan dengan berbagai upaya mendongkrak dan secara otomatis yaitu dengan program penjualan yang lebih kreatif dan inovatif seperti subsidi atau hadiah langsung dan seputar aktivitas dengan ada produk baru yang diluncurkan Astra Honda Motor di tahun mendatang.

Mengenai kenaikan harga tiap unit motor Honda, Ronny Natsir mengungkapkan meski pihaknya masih menunggu kepastian dari AHM Pusat, dirinya yakin akan ada kenaikan seperti BBN (Bea Balik Nama) dan harga perakitan pun berbeda. 

“Kami masih menunggu,” ujarnya.

Dari data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan bulan lalu hanya mencapai 550.303 unit. Angka tersebut turun sebesar 3,61 persen dibandingkan capaian pada bulan yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 570.923 unit. 

Kumulatif, penjualan mencapai 5,47 juta unit, turun tipis sebesar 0,42 persen dibanding penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebanyak 5,49 juta unit.

Total, ada dua agen pemegang merek (APM) yang berhasil menorehkan kinerja positif, yakni PT Astra Honda Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales. Hingga bulan lalu, penjualan Honda mencapai 4,1 juta unit, naik sebesar 0,8 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama bulan lalu yakni 4,07 juta unit.

Suzuki berhasil membukukan penjualan sebanyak 68.893 unit pada Januari-November tahun ini, naik sebesar 29,22 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya sebanyak 53.314 unit. Tiga merek lainnya mencatatkan hasil negatif.

PT Kawasaki Motor Indonesia pada tahun ini hanya mampu melego produknya sebanyak 73.184 unit, turun sebesar 19,89 persen dibandingka tahun lalu yang mencapai 91.360 unit

PT TVS Motor Company Indonesia turun sebesar 35,15 persen dari 1.755 unit menjadi 1.138 unit.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Indonesia pada tahun ini telah menjual produknya sebanyak 1,22 juta unit. Angka tersebut turun sebesar 4,15 persen dibandingkan penjualan pada periode Januari-November tahun lalu yang tercatat sebanyak 1,27 juta unit.

Pasar otomotif tanah air, khususnya kendaraan roda dua, tahun ini diperkirakan tidak sebaik pencapaian pada tahun lalu karena melemahnya daya beli masyarakat. Total penjualan sepeda motor pada tahun lalu mencapai 5,93 juta unit.

Sebelumnya, Gunadi Sindhuwinata, Penasihat Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), mengatakan melihat kondisi pasar saat ini kelihatannya daya beli masyarakat melemah. Banyak yang menahan diri untuk membelanjakan uangnya termasuk untuk membeli otomotif.

"Dalam kondisi pasar seperti saat ini, penjualan motor akan mengalami penurunan sekitar 5 persen dari capaian tahun lalu," kata Gunadi Sindhuwinata melalui keterangan resminya di Jakarta dikutip Tempo.co. 

Gunadi menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,1 persen sebenarnya cukup baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara lain secara global. Namun pertumbuhan tersebut masih belum mampu mendongkrak sektor otomotif terutama dengan kondisi daya beli masyarakat yang melemah seperti saat ini.

"Industri otomotif mau tidak mau harus mencari terobosan-terobosan baru untuk menyikapi situasi pasar yang masih kurang mengangkat penjualan. Misalnya membuka ceruk pasar baru dengan menggunakan aplikasi online. Nah hal ini harus dilakukan agar pasar bisa terus dirangsang untuk melaju," katanya.

Produsen sepeda motor juga tidak boleh stagnan dalam melahirkan produk, model, dan desain baru yang memenuhi kebutuhan pasar.

"Departemen riset dan pengembangan harus terus menerus melakukan pemantauan pasar, produk apa yang sedang dinantikan oleh konsumen," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga minuman soda di pedalaman Papua melonjak drastis

Selanjutnya

Penjualan di Matahari meningkat saat Natal dan tahun baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe