Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Nelayan PNG diduga berburu dugong di perairan Australia
  • Rabu, 27 Desember 2017 — 18:58
  • 1555x views

Nelayan PNG diduga berburu dugong di perairan Australia

Walaupun larangan dan pembatasan telah diberlakukan atas perburuan dugong, sebuah laporan baru-baru ini telah memicu kekhawatiran bahwa nelayan-nelayan dari PNG telah secara ilegal memburu dugong di perairan utara Australia.
Pemburu Dugong lokal menangkap dugong di Selat Torres. Berdasarkan Traktat Selat Torres penduduk lokal memiliki hak untuk berburu dugong, kura-kura laut dan spesies terlindungi atau terancam punah lainnya untuk kebutuhan pribadi, domestik atau komunal yang non-komersial, bukan untuk kebutuhan komersial. - ABC/Colin Riddell
Elisabeth Giay
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Selat Torres adalah habitat bagi populasi dugong yang paling stabil dan kuat di planet ini.

Hingga 25.000 dari spesies yang jinak dan rentan ini berkeliaran di padang lamun di perairan laut dangkal di bagian utara Australia dan di perairan pesisir lepas pantai selatan Papua Nugini.

Walaupun larangan dan pembatasan telah diberlakukan atas perburuan dugong, sebuah laporan baru-baru ini telah memicu kekhawatiran bahwa nelayan-nelayan dari PNG telah secara ilegal memburu dugong di perairan utara Australia.

Dokumen internal Australian Crime Intelligence Commission (ACIC) - diperoleh menggunakan UU Kebebasan Informasi oleh surat kabar The Cairns Post - telah mengungkapkan bahwa para penyidik berpendapat ada kegiatan nelayan PNG di perairan itu, mungkin turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah dugong.

Tim Kejahatan Lingkungan ACIC menghabiskan waktu dua tahun, dengan biaya $ 2 Juta untuk menyelidiki perdagangan ilegal daging penyu dan dugong.

Perburuan dugong di perairan Australia untuk perdagangan komersial melanggar sebuah perjanjian yang dirancang untuk melindungi kehidupan laut di wilayah ini.

Traktat Selat Torres memungkinkan penduduk lokal untuk bergerak bebas antara PNG dan Australia dan juga termasuk hak untuk berburu dugong, kura-kura laut dan spesies terlindungi atau terancam punah lainnya untuk kebutuhan pribadi, domestik atau komunal yang non-komersial.

Temuan ini diteruskan ke Departemen Lingkungan Australia - yang memilih untuk tidak mengungkapkan rinciannya kepada umum.

Pada saat dipresentasikan ke Parlemen pada bulan September lalu oleh Menteri Pasifik dan Pembangunan Internasional Australia, Concetta Fierravanti-Wells, tuduhan pemburuan liar itu dikecil-kecilkan.

Badan Perikanan dan Pengelolaan Australia (AFMA) membantah ada masalah serius dengan perburuan secara berlebihan di Selat Torres.

Direktur Operasi Peter Venslovas mengatakan kepada ABC bahwa pemantauan ekstensif mereka tidak mengungkapkan perburuan liar di kedua belah pihak, dan memuji pihak berwenang PNG yang, menurutnya, telah bekerja sama dengan AFMA untuk melindungi satwa laut.

Namun klaim bahwa perburuan liar dugong tidak tersebar luas ditantang oleh aktivis lingkungan Colin Riddell, yang mengkritik laporan ACIC.

Kepala divisi ekosistem laut untuk Badan Perlindungan Lingkungan PNG, Vagi Rai, mengatakan kepada ABC bahwa Pemerintahnya telah bekerja keras untuk menghentikan praktik perburuan dugong komersial sejak meluncurkan kampanye itu pada tahun 2013.

"Isu tersebut diperburuk oleh kapal Indonesia yang juga beroperasi di wilayah tersebut." (*)

loading...

Sebelumnya

Blackbirding: Sejarah penipuan dan penculikan orang Kepulauan Pasifik ke Australia

Selanjutnya

Larangan produk Kava di Jerman dicabut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe