Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Larangan produk Kava di Jerman dicabut
  • Jumat, 27 Desember 2017 — 17:38
  • 1119x views

Larangan produk Kava di Jerman dicabut

Schmidt yang mengelola sebuah laboratorium swasta di Berlin mengatakan, “Hari Rabu kemarin (20/12/2017) kami merayakan pencapaian besar dalam perjuangan kita untuk merehabilitasi (pasar) Kava di Eropa."
Minuman tradisional Kava merupakan aspek penting kehidupan sosial dan budaya masyarakat Vanuatu. - Asia Pacific Report/ DVU
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Mantan Duta Besar Vanuatu untuk Uni Eropa, Roy Micky Joy, dan ilmuwan Jerman, Dr. Mathias Schmidt, yang telah berjuang keras bersama-sama untuk mempertahankan pasar Kava Pasifik di Uni Eropa, sejak larangan Kava mulai berlaku pada 2002, mengkonfirmasi Pengadilan Jerman memutuskan untuk melampaui beyond reasonable doubt, berdasarkan bukti-bukti yang sangat kuat dan tidak dapat diragukan sama sekali, dan mengatakan kepada badan pengawas medis Jerman, Federal Institute for Drugs and Medical Devices (BfArM) bahwa mereka tidak punya argumen yang kuat untuk mendukung larangan tersebut.

Ini berarti sekali lagi pintu terbuka bagi eksportir Kava, untuk mengirimkan Kava dari Pasifik ke pasar Eropa, guna mengakhiri larangan Kava yang bertahan selama tujuh belas tahun.

Schmidt yang mengelola sebuah laboratorium swasta di Berlin mengatakan, “Hari Rabu kemarin (20/12/2017) kami merayakan pencapaian besar dalam perjuangan kita untuk merehabilitasi (pasar) Kava di Eropa."

“BfArM mengambil waktu cukup lama tapi hari Rabu kemarin (20/12/2017)  produk Kava Pasifik di lampuhijaukan!”

Dengan keputusan terakhir itu, Dr. Schmidt mengatakan larangan yang selama ini ditakuti oleh negara-negara produsen Kava di Pasifik mungkin ternyata tidak terlalu buruk.

Namun, dia memperingatkan BfArM masih waspada dan tidak akan lengah, dan mereka akan menggunakan berbagai macam cara untuk menemukan alasan lain untuk membenarkan tindakan mereka.

Bagaimanapun, secara keseluruhan, pesan dari hasil peradilan ini jelas, Jerman tergesa-gesa memberlakukan pelarangan Kava dan sekarang perlahan-lahan mereka harus mengakui mereka salah.

“Hasil ini juga menarik bagi pasar besar lainnya, karena ini menghilangkan stigma buruk atas Kava.”

Menyimpulkan pernyataannya, Dr. Schmidt memperingatkan para petani Kava, “Jerman akan sangat ketat dalam mengawasi masalah kualitas produk di masa depan. Kami telah menerapkan sistem kontrol kualitas, dan Jerman hanya akan menerima produk Kava yang terbaik.” (*)

loading...

Sebelumnya

Nelayan PNG diduga berburu dugong di perairan Australia

Selanjutnya

Badan Forum Pasifik katakan Australia berkomitmen dukung ekonomi Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe