Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Program Bangga Papua dikhawatirkan tak tepat guna
  • Kamis, 28 Desember 2017 — 14:58
  • 2154x views

Program Bangga Papua dikhawatirkan tak tepat guna

"Kalau dana itu ditransfer kepada orang tua anak, jangan sampai pemanfaatannya tidak sesuai," kata H. Syamsunar Rasyid, Kamis (28/12/2017).
Ilustrasi Gubernur Papua Lukas Enembe bersama anak-anak PAUD melepas balon sebagai tanda diluncurkannya program "Bangga Papua" - Jubi.Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, H. Syamsunar Rasyid khawatir dana program Bangun Generasi dan Keluarga (Bangga) Papua tidak tepat guna, atau penggunaan dana yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai peruntukannya.

Politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu mengatakan, menyambut baik inovasi Pemprov Papua mencari format yang tepat kesejahteraan orang asli Papua, dengan menggantikan Program Strategis Pemberdayaan Ekonomi Kampung (Prospek) dengan Bangga Papua.

Namun pemberian bantuan tunai Rp200 ribu kepada anak di bawah usia empat tahun asli Papua dan orang lanjut usia asli Papua, setiap bulannya, dikhawatirkan penggunaannya tidak tepat sasaran.

"Kalau dana itu ditransfer kepada orang tua anak, jangan sampai pemanfaatannya tidak sesuai," kata H. Syamsunar Rasyid, Kamis (28/12/2017).

Menurutnya, hal teknis yakni pendampingan dan pengawasan penggunaan dana tersebut perlu diperhatikan pemerintah.

Katanya, meski niat dan tujuan pemerintah baik, namun jangan sampai program ini terkesan bagi-bagi uang. Tentu hal itu akan menimbulkan kesan buruk.

"Jangan sampai salah sasaran dan kesannya kurang baik. Tujuan program ini baik, tapi pemerintah harus benar-benar memikirkan strategi pengawasan pemanfaat dana itu tepat sasaran," ujarnya.

Belum lama ini, Gubernur Papua Lukas Enembe meluncurkan program Bangga Papua, yang merupakan bagian dari Gerbang Mas Hasrat Papua.

"Kami sudah kemas ini, karena anggaran yang dulunya disebut Prospek banyak disalahgunakan. Untuk itu kami ubah dengan program ini," kata Gubernur Enembe ketika itu.

Menurutnya, pada tahun pertama, Pemprov Papua bekerja sama dengan lembaga mitra, akan memberikan dana tunai untuk setiap anak usia di bawah empat tahun  di tiga Kabupaten, yakni Paniai, Lanny Jaya dan Asmat.

"Kami akan coba di tiga kabupaten, yang mana semua anak yang ada di daerah itu akan dibiayai," ujarnya.

Pemprov Papua telah merancang program ini fokus terhadap generasi emas Papua, yang pada tahun akan datang akan menjadi penerus.

Pemprov Papua juga ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memfokuskan diri kepada kelompok lanjut usia 60 tahun ke atas.

"Mereka adalah orang tua kita karena telah merawat dan mendidik kita semua. Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap mereka," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelaku ekonomi kreatif diminta mulai siapkan suvenir PON

Selanjutnya

Ini sejumlah indikator yang menimbulkan rawan konflik Pilkada Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe