Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Arnoldus Teluma babak belur saat ditahan Polres Merauke
  • Kamis, 28 Desember 2017 — 18:13
  • 1748x views

Arnoldus Teluma babak belur saat ditahan Polres Merauke

Kondisi korban menunjukan mata bagian kiri bengkak hingga beberapa bagian tubuhnya memar akibat pukulan .
Ketua IKL bersama sejumlah sesepuh sedang berada di Polres Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Seorang warga bernama Arnoldus Teluma babak belur dalam sel tahanan Polres Merauke beberapa hari lalu.  Kondisi korban menunjukan mata bagian kiri bengkak hingga beberapa bagian tubuhnya memar akibat pukulan .

“Kami sebagai masyarakat awam, melihat ada kesan pembiaran oleh polisi dalam melakukan pengawasan terhadap  tahanan di sel Polres Merauke. Karena anak kami Arnoldus dipukul hingga babak belur,”  kata Ketua Kerukunan Keluarga Lamaholot, Paulus Peka Hayon,

Menurut dia, korban adalah masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT)  saat ini dua sesepuh serta salah seorang tokoh muda NTT  langsung menemui Kapolres Merauke.

Ia menjelaskan,  Arnoldus Teluma sebelumnya  melakukan tindakan pengrusakan terhadap perabot rumah tangga warga di Wasur. Ia ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan, namun bukan berarti harus dipukul sesama tahanan di dalam.

“Sepertinya anak kami dibiarkan untuk disiksa. Buktinya, hampir semua bagian tubuhnya memar serta bagian pelipis benjol akibat dipukul beramai-ramai tahanan,” kata Paulus Peka Hayon, menjelaskan.

Kasus pengrusakan perabot rumah milik warga di Wasur sebenarnya  telah diselesaikan dan diurus secara kekeluargaan, dengan harapan Arnoldus tak ditahan. “Namun keluarga tidak terima dengan penganiayaan terhadap  anak kami,” katanya.

Ia meminta  Kapolres agar mengusut dan menindak tegas oknum polisi yang bertugas saat itu di penjagaan karena ada kesan pembiaranpelaku di dalam sel.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung, mengaku belum mendapat laporan. “Saya berterimakasih kepada perwakilan masyarakat dari Ikatan Keluarga Lamaholot yang datang dan menyampaikan secara langsung,” ujar Bahara.

Menurut dia  sesuai aturan tidak boleh ada penganiayaan dilakukan antara sesama tahanan. “Berikanlah waktu kepada saya melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Bahara menjelaskan.

Ia berjanji  akan membentuk tim khusus mengusut penganiayaan terhadap korban Arnoldus Teluma. Sekaligus mengungkap siapa saja pelaku penganiayaan dan harus diproses hukum. (*)

loading...

Sebelumnya

Seorang remaja di Mappi tewas ditembak aparat polisi

Selanjutnya

Keuskupan Agung Merauke: Pelaku penembakan remaja di Mappi harus diperiksan kejiwaannya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe