TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ini sejumlah indikator yang menimbulkan rawan konflik Pilkada Papua
  • Kamis, 28 Desember 2017 — 18:38
  • 6915x views

Ini sejumlah indikator yang menimbulkan rawan konflik Pilkada Papua

Satu di antaranya keberpihakan komisi pemilihan umum (KPU) kepada pasangan calon petahana.
Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar - Jubi/dok
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi -  Kepolisian daerah Papua menyebutkan terdapat sejumlah unsur yang berpotensi menimbulkan rawan konflik dalam Pilkada serentak Papua 2018 mendatang.  Satu di antaranya keberpihakan komisi pemilihan umum (KPU) kepada pasangan calon petahana.

"Ada 10 potensi penyebab gangguan selama pilkada yang akan dilaksanakan di tujuh kabupaten dan provinsi pada 2018. Salah satunya jika KPU berpihak pada pasangan calon petahanan," kata Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Boy Rafli, di Jayapura, Kamis (28/12/2017).

Potensi sumber konflik Pilkada lainnya jika ada hubungan kekerabatan dari paslon tertentu dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).  Selain itu, masih adanya tradisi perang suku dalam penyelesaian konflik atau permasalahan di masyarakat pegunungan, dan beberapa kelompok masyarakat daerah yang mudah terprovokasi hingga terjadi mobilisasi massa untuk kepentingan elit politik.

“Potensi konflik pilkada lainnya yakni adanya pengaruh tokoh masyarakat atau kepala suku dalam menentukan pilihan,” kata Boy menambahkan.

Boy juga mengkhawatirkan adanya intervensi elit politik dan birokrat dan geografis daerah yang sulit dijangkau. Ia menyebutkan meski ada potensi gangguan namun Pilkada Gubernur, namun  belum dapat diprediksi karena masih menunggu berapa banyak pasangan calon yang maju.

"Bila hanya satu pasangan calon, maka prediksi gangguannya berbeda bila Pilkada gubernur diikuti dua atau tiga pasangan," kata Boy Rafli menjelaskan.

Ia menyebut pilkada di tingkat kabupaten yang diprediksi rawan yakni di Kabupaten Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Paniai dan Kabupaten Mimika.

Sedangkan tiga kabupaten lain yang juga akan melaksanakan pilkada yakni Kabupaten Biak Numfor, Deiayai dan Kabupaten Puncak.(*)

loading...

Sebelumnya

Program Bangga Papua dikhawatirkan tak tepat guna

Selanjutnya

Momentum Pilkada jangan dijadikan pelacuran politik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4158x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3489x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2943x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe