Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan kepercayaan OAP
  • Sabtu, 30 Desember 2017 — 12:57
  • 2638x views

Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan kepercayaan OAP

"Sama saja, rakyat tidak akan percaya. Meski Jokowi hanya berkunjung satu kali saja ke Papua, tapi kalau membawa Keppres penyelesaian pelanggaran HAM di Papua, barulah rakyat akan kembali percaya negara. Itu lebih baik daripada setiap tahun ke Papua hanya bicara akan bangun ini dan itu," kata Kadepa kepada Jubi, Sabtu (30/12/2017).
Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Papua, belum lama ini - Dian Mustikawati
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, Presiden Jokowi butuh "surat sakti" bernama Keputusan Presiden (Keppres) penuntasan dugaan pelanggaran HAM di Papua, untuk mengembalikan kepercayaan orang asli Papua (OAP) kepada negara.

Kata anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, hukum dan HAM itu, meski Jokowi berkunjung ke Papua setiap tahun dengan berbagai program pembangunan, dinilai tak ada gunanya, karena itu bukan hal utama yang diinginkan masyarakat asli Papua.

"Sama saja, rakyat tidak akan percaya. Meski Jokowi hanya berkunjung satu kali saja ke Papua, tapi kalau membawa Keppres penyelesaian pelanggaran HAM di Papua, barulah rakyat akan kembali percaya negara. Itu lebih baik daripada setiap tahun ke Papua hanya bicara akan bangun ini dan itu," kata Kadepa kepada Jubi, Sabtu (30/12/2017).

Menurut politikus Partai NasDem itu, salah jika menggunakan strategi pembangunan mengembalikan kepercayaan orang asli Papua kepada negara.

"Belajarlah pada mantan presiden Indonesia, Gus Dur. Beliau satu kali datang ke Papua, tapi tahu apa yang orang asli Papua Papua mau. Salah jika dugaan pelanggaran HAM digantikan konsep pembangunan," ujarnya.

Katanya, perhatian Jokowi untuk Papua memang luar biasa. Namun yang diharapkan, Jokowi mampu mengurai benang kusut berbagai kasus pelanggaran HAM Papua, yang selama ini tak terselesaikan.

"Kalau tidak, berapa kali pun Jokowi ke Papua, rakyat Papua tidak akan percaya," katanya.

Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai mengatakan, seribu kali pun Jokowi ke Papua, tak akan menyelesaikan masalah Papua, karena tujuannya bukan untuk itu.

"Tidak akan ada penyelesaian masalah Papua. Kasus Paniai, hingga kini tidak ada kejelasan penyelesaian, padahal beberapa pekan setelah kejadian, 8 Desember 2014, Jokowi ke Papua untuk Natal bersama," kata Ruben kepada Jubi belum lama ini.

Menurutnya, kasus Paniai hanyalah satu dari sekian kasus di Papua yang belum terungkap. Dalam beberapa kasus, aktor di balik dugaan pelanggaran HAM itu justru mendapat kenaikan pangkat dan jabatan.

"Misalnya kasus Abepura berdarah, 7 Desember 2000, Daud Sihombing yang ketika itu menjabat Kapolres Jayapura yang ketika itu melaksanakan operasi kini menjadi jenderal bintang dua," ujarnya.

Dalam kasus pembunuhan tokoh Papua, Theys Eluay, 10 November 2001, Mayjen Hartomo yang ketika itu menjabat Komandan Satuan Tugas (Satgas) Tribuana 10 di Papua yang disebut orang paling bertanggungjawab dalam kejadian itu, kini menjabat Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS).

"Saya selalu katakan, ada separatis berdasi di dalam sistem. Mereka imenganggap diri mereka kebal hukum, tidak perlu dihukum. Jadi tidak ada harapan," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilgub Papua 2018, sejumlah lembaga ini diharapkan netral

Selanjutnya

Kinerja lembaga DPR Papua dirasa belum maksimal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe