close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Penyaluran Rastra diganti Bansos
  • Selasa, 02 Januari 2018 — 00:55
  • 2019x views

Penyaluran Rastra diganti Bansos

Pemerintah mengubah sistem subsidi beras sejahtera (rastra) menjadi bantuan sosial (bansos) per 1 Januari 2018.
Kantor Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat, -Jubi/Dok
Sindung Sukoco
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Mulai tahun 2018 manajemen Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat  tak lagi salurkan beras sejahtera (rastra) atau lebih dikenal raskin. Pemerintah mengubah sistem subsidi beras sejahtera (rastra) menjadi bantuan sosial (bansos) per 1 Januari 2018.

“Hal itu diterapkan berdasarkan arahan Kementerian Sosial,” kata Kepala Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat, Fauzi Muhamad, belum lama ini.

Selain itu, ia menjelaskan Bulog tak lagi menyalurkan Rastra sebesar 15 kilo gram per keluarga Penerima Manfaat (KPM) tetapi turun menjadi Rp 10 kilogram per KPM.

“Ini yang harus segera disosialisasikan oleh stakeholder terkait jangan sampai, masyarakat menilai Bulog melakukan tindakan sepihak, dan ini sudah ada keputusan Mensos, sekali lagi bukan kehendak Bulog,” ujar Fauzi menambahkan.

Tercatat pada tahun 2018 penerima Bansos beras akan berkurang  dengan program Program Bantuan Non Tunai (PBNT) yang akan dimulai di  Kota Jayapura  dan Sorong dengan menerima kartu dengan nominal nilainya sebesar Rp 110 ribu per KPM.

 “Ini akan dimulai bulan Juli hingga Desember 2018, dan akan dilakukan bertahap setelahnya,” katanya.

Ia berharap, nilai BPNT sebesar Rp 110 ribu per KPM dievaluasi oleh tim pusat Kemensos, karena wilayah kerja Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat tidak sama seperti daerah lainnya di Indonesia.

Kepala Bulog Sub Divre Jayawijaya , Mustari, mengatakan nilai pagu mash menunggu surat ketetapan dari Gubenur Papua. “ Kami belum tahu berapa jumlah tapi secara tidak langsung,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bulog gagal memenuhi target pengadaan beras 2017

Selanjutnya

Penerima JKN di Papua mencapai 4,6 juta jiwa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4953x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4350x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4129x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2553x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe