Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Jayapura urutan pertama inflasi nasional
  • Selasa, 02 Januari 2018 — 18:19
  • 1536x views

Jayapura urutan pertama inflasi nasional

Sejumlah  komoditas dominan penyumbang inflasi pada tahun 2017 meliputi angkutan udara, tarif listrik, mobil, roti tawar, kangkung, bensin, ikan kembung
Penjual cabai di pasar Youtefa, Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi- Inflasi Kota Jayapura Tahun 2017 menempati urutan pertama di  tingkat nasional maupun  tingkat Sulampua.  BPS Papua mencatat Inflasi tahunan tertinggi tingkat nasional dan tingkat Sulampua terjadi di Jayapura sebesar 2,28 persen, sedangkan inflasi tahunan yang terendah terjadi di Sorong sebesar 0,318 persen.

“Selama tahun 2017 Kota Jayapura mengalami delapan bulan inflasi dan empat bulan deflasi. Inflasi bulanan di Kota Jayapura tertinggi terjadi pada Bulan Desember sebesar 2,28 persen, sedangkan deflasi terendah di Kota Jayapura selama tahun 2017 terjadi pada Bulan Juli sebesar -1,13 persen,” kata  Kepala BPS Papua, Simon Sapary, Selasa (2/12/2018)

Sejumlah  komoditas dominan penyumbang inflasi pada tahun 2017 meliputi angkutan udara, tarif listrik, mobil, roti tawar, kangkung, bensin, ikan kembung dan lain-lain. Komoditas yang dominan menahan laju inflasi selama tahun 2017 ekor kuning, semen, cabai rawit, bawang merah, gula pasir, telur ayam ras dan lain-lain.

Simon  menyebutkan di Merauke menempati  inflasi urutan ke-20 untuk  tingkat nasional dan urutan ketujuh untuk  tingkat Sulampua. Tercatat pada tahun 2017 Meraauke mengalami delapan bulan inflasi dan empat bulan deflasi.

“Inflasi bulanan di Merauke tertinggi terjadi pada Bulan Maret yaitu sebesar 1,24 persen, sedangkan deflasi terendah di Merauke selama tahun 2017 terjadi pada Bulan Juli sebesar -1,5 persen,” kata Simon menjelaskan.

Komoditas  dominan penyumbang inflasi di merauke pada tahun 2017  di antaranya tarif listrik, rokok kretek  dan filter, telur ayam ras, daging ayam ras, udang basah dan lain-lain, sedangkan komoditas-komoditas yang dominan menahan laju inflasi selama tahun 2017 mujair, bawang merah ,angkutan udara, cabai rawit, bawang putih dan lain-lain.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Joko Supratikto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Papua pada 2018 relatif moderat dan berada dikisaran 5,0 persen hingga  5,4 persen dari tahun ke tahun. “Salah satu faktor pendorong perekonomian adalah kenaikan target penjualan hasil tambang pada 2018 yang menandakan indikator optimisme pelaku usaha tambang dominan di Papua,” kata Joko.

Sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah izin ekspor yang akan berakhir pada Januari 2018 yang berpotensi mempengaruhi kinerja pertambangan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Penerima JKN di Papua mencapai 4,6 juta jiwa

Selanjutnya

Menguntungkan, pengelola warnet di Enarotali buka jasa kirim email

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe