close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga cabai rawit di Wondama tembus Rp 100 ribu
  • Kamis, 04 Januari 2018 — 11:36
  • 1388x views

Harga cabai rawit di Wondama tembus Rp 100 ribu

Menurut sejumlah pedagang, harga cabai mulai meroket tajam sejak dua hari menjelang tahun baru. Sebelum hari Raya Natal harga cabai masih berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu. Menjelang tahun baru, harga melejit ke posisi Rp 80 ribu dan terus naik hingga mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
Sejak menjelang perayaaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, harga cabai rawit di kabupaten Teluk Wondama terus naik hingga menembus angka Rp 100 ribu per kilogram – Jubi/tempo.co
ANTARA
[email protected]abloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wasior, Jubi - Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Menurut sejumlah pedagang, harga cabai mulai meroket tajam sejak dua hari menjelang tahun baru. Sebelum hari Raya Natal harga cabai di daerah tersebut masih berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram (kg).

Menjelang tahun baru, harga melejit ke posisi Rp 80 ribu dan terus mengalami kenaikan hingga kini mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Lisna, seorang pedagang di pasar Soyar Wasior mengutarakan kenaikan harga tingkat pedagang dipicu kenaikan harga di tingkat petani.

"Kita jual Rp 100 ribu per kilo karena memang kita beli dari petani sudah mahal. Kita belinya Rp 90 ribu satu kilo," kata Lisna.

Di daerah ini, umumnya penjualan cabai oleh pedagang kecil dilakukan dengan sistem tumpukan. Mereka menyiasati kenaikan harga ini dengan mengurangi porsi takaran cabai untuk setiap tumpukan kecil seharga Rp 5 ribu maupun tumpukan yang lebih besar seharga Rp 10 ribu.

"Kita kurangi sedikit saja karena kalau banyak nanti tidak ada yang beli. Asal ada untung sedikit," katanya.

Perayaan Natal dan tahun baru sudah berlalu, namun harga sejumlah barang kebutuhan pokok selain cabai di daerah tersebut juga masih relatif tinggi.

Komoditas bahan pokok lain yang sempat mengalami kenaikan sebelum natal juga rata-rata belum kembali ke harga normal. Bawang merah dan bawang putih masih bertahan pada Rp 55 ribu per kilogram dari semula Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram.

Telur ayam juga masih berada pada harga Rp 70 ribu per rak dari sebelumnya Rp 50 ribu per rak. Begitu pula dengan daging ayam beku yang naik Rp 5 ribu dari harga semula Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per ekor. (*)

loading...

Sebelumnya

Menguntungkan, pengelola warnet di Enarotali buka jasa kirim email

Selanjutnya

Dampak kenaikan kontainer, beras dan telur naik harga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4953x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4350x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4129x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2553x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe