Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Senator CNMI ajukan RUU 30 jam kerja
  • Kamis, 04 Januari 2018 — 20:30
  • 1242x views

Senator CNMI ajukan RUU 30 jam kerja

Pengajuan RUU itu pada bulan Desember, dengan tujuan mampu mempromosikan keluarga yang lebih sehat dan mengurangi pengeluaran pemerintah.
Senator Sixto Igisomar dari Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara (Commonwealth of the Northern Mariana Islands; CNMI). - Saipan Tribune/ Mark Rabago
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Saipan, Jubi - Sebuah RUU mengurangi jam kerja pegawai non esensial pemerintah menjadi 30 jam per minggu diajukan di Senat Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara (Commonwealth of the Northern Mariana Islands; CNMI).

Pengajuan RUU itu pada bulan Desember, dengan tujuan mampu mempromosikan keluarga yang lebih sehat dan mengurangi pengeluaran pemerintah.

“Jika RUU tersebut disahkan, para pegawai akan bekerja enam jam setiap hari, pukul 09.00 hingg 15.00, namun pendapatan tahunan mereka tidak akan terpengaruh,” kata Senator Sixto Igisomar.

Menurut dia, selama ini banyak orang yang tidak mengerti alasan dibalik RUU yang diajukan, bahkan kemungkinan akan merasa ditolak. “Namun saya telah menyertakan beberapa ketentuan didalamnya sehingga orang-orang yang saat ini sedang bekerja, pendapatan tahunan mereka tidak akan terpengaruh,” kata Igisomar.

Perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap visa untuk pekerja kontrak berasal dari luar CNMI telah mengakibatkan kekurangan pekerja. Igisomar menyebutkan masalah itu dapat diperbaiki dengan RUU yang diajukan.

RUU itu berisi aturan baru setelah pukul tiga sore  semua orang memiliki pilihan pergi bekerja ke industri swasta dan menghasilkan lebih banyak pendapatan. Para pekerja  juga bisa menggunakan waktu luang untuk bertani atau memancing, atau hobi apa pun yang mereka suka.

“Pilihan ketiga mereka adalah untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan mereka dengan tinggal di rumah, mengurus keluarga, atau menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak,” katanya.

Sedangkan alasan RUU tersebut akan membantu penghematan pemerintah karena secara otomatis berdampak pada pengurangan penggunaan tagihan listrik. (*)

loading...

Sebelumnya

Layanan bus khusus perempuan di Port Moresby segera dibuka

Selanjutnya

Nauru terima bantuan Israel sebelum sidang PBB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe