Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Dampak kenaikan kontainer, beras dan telur naik harga
  • Jumat, 05 Januari 2018 — 13:56
  • 1384x views

Dampak kenaikan kontainer, beras dan telur naik harga

Kenaikan harga beras mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per sak.
Kontainer yang dibawa keluar dari pelabuhan Jayapura( Jubi/ Sindung)
Sindung Sukoco
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Dampak kenaikan harga kontainer dari Rp 13 juta menjadi Rp 19 juta per unit memicu kenaikan harga kebutuhan, terutama di  komoditi beras premium dan telur antar pulau atau di Kota Jayapura.  Kenaikan harga beras mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per sak.

“Harga beras betet, harga beras kano, putri Thailand dan serta beraneka ragam lainnya naiknya kurang lebih perkiraan Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribuan,” ujar  Agung, seorang staff sebuah distributor bahan makanan  di Kota Jayapura, Kamis ( 4/12/2018)

Ia memperkirakan kenaikan harga beras akan terus terjadi  karena masa panen petani padi di Jawa baru dilakukan bulan Pebruari mendatang. “Sehingga stok tentu akan sedikit dan ini akan membuat harga naik lagi di komoditi beras,” kata Agung yang mengaku akan melihat gudang para produsen di Jawa untuk memastikan persediaan.  

Hal yang sama diungkapkan, Penjual telur Antar Pulau di Pasar Hamadi,  Jaswati, yang mengatakan kenaikan harga telur dari Surabaya sudah terjadi sejak 3 hari terhitung  awal tahun 2018. “Meski belum mempengaruhi permintaan telur karena masih stabil saja,” kata Jaswati  menambahkan.

Ia menyebutkan  harga telur  sedang per rak, semula Rp 60 ribu naik  menjadi Rp 65 ribu. Sedangkan telur besar dari Rp 65 ribu naik menjadi Rp 70 ribu per rak dengan penjualan rata-rata setiap hari mencapai 10 ikat telur  atau 50 rak.

Menurut dia pengiriman telur dari Surabaya ke Jayapura masih lancar setiap  pekan sehingga  mampu menampung persediaan sebanyak 20 hingga 40 ikat telur. “Meski kadang kadang lebih dari seminggu, jika stok banyak bisa sampai 50 ikat lebih,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Harga cabai rawit di Wondama tembus Rp 100 ribu

Selanjutnya

Ini harapan perbankan dan perhotelan pada tahun politik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32960x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8998x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6515x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5999x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5670x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe