Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Belasan warga Nduga mengalami kekerasan TNI
  • Minggu, 07 Januari 2018 — 14:32
  • 1974x views

Belasan warga Nduga mengalami kekerasan TNI

Kekerasan terjadi saat perjalanan ke Wamena pada 3 Januari 2018, selang sehari kematian Anekanus Kumarigi, yang  tewas akibat penyiksaan anggota TNI Pos Maleo di Kenyam.
ilustrasi, Jubi/dok
Benny Mawel
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Belasan warga Nduga kembali menjadi korban kekerasan oleh anggota TNI asal pos  Napua, kodim 1702, Jayawijaya. Tercatat korban 15 orang pria, tiga orang ibu-ibu, dan tiga Remaja asal Yigi, Nduga.  Kekerasan terjadi saat perjalanan ke Wamena pada 3 Januari 2018, selang sehari kematian Anekanus Kumarigi, yang  tewas akibat penyiksaan anggota TNI Pos Maleo di Kenyam.

“Tiga ibu itu turut dipukul pakai kabel saja. Kalau laki-laki, dewasa sampai remaja itu disiksa. Kena pukulan  kurang lebih 10 anggota.  Enam  orang di antaranya berseragam dan bersenjata,” kata  salah satu korban, Abualak Kogoya, 28, tahun, Jum’at  (5/1/2018). 

Kejadian kekerasan berupa penyiksaan warga sipil terjadi di pos Napua hingga halaman kodim 1702 Jayawijaya saat dua mobil Estrada penumpang  ke distrik Jigi, Nduga yang ia tumpangi  bersama warga menuju Wamena dengan dan Jayapura.

 “Ada yang mau antar anak pulang libur sekolah. Ada yang pelajar dan ada yang mahasiswa jadi tujuan Jayapura,” kata Abualak  menjelaskan.

Saat itu dua mobil membawa warga menuju Wamena, ibu kota kabupaten Jayawijaya sekitar pukul 15:30, namun  saat memasuki post Napua anggota TNI yang bertugas, menghentikan dua kendaraan itu.

Terdapat empat anggota TNI bersenjata menuju mobil di belakang yang ia tumpangi dan menuding ada yang membawa peluru.  Tak hanya itu anggota TNI juga melepaskan tembakan berulang kali padahal di dalam mobil kebanyakan kaum ibu dan dan anak-anak, sehingga menambah suasana semakin panik dan mencekam.

Kekerasan terjadi saat TNI mengumpulkan orang tua dan pria yang kemudian memukul  para penumpang denggan kabel, kawat, selang dan popor senjata. Pemukulan dilakukan pada punggung dan tangan.  

Selain memukul para penumpang, TNI juga memaksa penumpang mengakui kepemilikan peluru yang selama ini tidak diketahui oleh para penumpang. TNI juga semakin emosi karena tidak ada yang mengaku pemilik peluru, sehingga para penumpang dibawa  ke Kodim di Wamena dengan tangan terikat.

“Sesampai di Kodim para penumpang disuruh turun dan tiarap dalam kondisi tangan diikat. Anggota TNI mulai memukul lagi  dengan  kayu, kabel, tendang dengan sepatu dan pukul dengan popor senjata,” katanya.

Selain pukulan anggota TNI juga mengancam akan menyiram warga sipil dengan dengan air dingin dan memaki  dengan kata-kata tak pantas. Warga sipil itu baru diberi kesemptan pulang  pukul 17.00 waktu setempat , yang kemudian memanggil menceritakan kisahnya ke aktivs HAM.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kol Muhammad Aidi saat dikonfirmasi Jubi membenarkan kejadian itu. Menurut Aidi, peristiwa itu berawal dari penangkapan seorang yang membawa senjata.

“Pasca penangkapan seorang Warga yang membawa senjata Pistol jenis Bareta dan 150 butir amunisi di Kampung Ikelik,” kata Aidi. 

Ia memastikan aparat TNI Pos Napua, melaksanakan sweeping kendaraan yang lewat di pos tersebut, termasuk mencegat kendaraan strada Triton warna hitam dengan nomor kendaraan DS 7517 Z .

“Ketika anggota melakukan pemeriksaan dan penggeledahan  ditemukan 30 butir munisi campuran dibawa jok depan mobil,” kata Aidi menjelaskan.

Tidak lama kemudian datang lagi dua unit mobil Triton lainnya dari Arah Mbua menuju ke Wamena mengangkut masyarakat dan semuanya dihentikan. Aidi menyatakan  seluruh penumpang ditanya asal, tujuan dan mengenai amunisi yang ada di mobil,  namun semuanya tutup mulut.

“Sehingga mereka ada yang di suruh jungkir dan beberapa yang dipukul ringan ditempeleng tapi tidak ada yang cedera atau lebam apa lagi luka robek,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana studi akhir mahasiswa Tolikara di Manado ditunda 

Selanjutnya

Ini solusi legislator untuk penyelesaian pelanggaran HAM Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe