Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Aparat keamanan Papua diminta mengedepankan kemanusiaan
  • Minggu, 07 Januari 2018 — 17:15
  • 1306x views

Aparat keamanan Papua diminta mengedepankan kemanusiaan

Permintaan itu terkait kekerasan yang dilakukan oleh TNI Nduga yang menimbulkan seorang warga bernama  Anekanus Kemaringi meninggal dunia.
Korban penganiyaan di Pos Napua, Abola Kogoya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi –Koordinator Gereja Kingmi Kabupaten Jayawijaya, Pendeta Esmon Walilo, S.Th,  meminta aparat keamanan TNI maupun Polri di tanah Papua, khususnya di pegunungan tengah mengedepankan rasa kemanusiaan terhadap masyarakat.  Permintaan itu terkait kekerasan yang dilakukan oleh TNI Nduga yang menimbulkan seorang warga bernama  Anekanus Kemaringi meninggal dunia.

“Kami pikir nilai-nilai kemanusiaan sudah tidak ada, padahal kami masih berada di bingkai NKRI, tetapi kami punya umat tidak dihargai sama sekali bahkan disiksa hingga meninggal,” kata Esmon Walilo, kepada wartawan di Wamena, Sabtu (6/1/2018).

Gereja juga menyoroti kasus penemuan pistol dan ratusan amunisi di Wamena pada awal bulan iniyang menimbulkan seoarang warga sipil bernama  Wagianus Murip, diamankan. Padahal yang bersangkutan hanya dititipi oleh seseorang yang hingga kini belum diungkap.

“Bukan hanya itu, Wagianus Murip juga mendapatkan penyiksaan dari aparat keamanan yang saat itu menangkapnya,” kata Esmon menambahkan.

Tercatat, aksi kekerasan lain dilakukan aparat keamanan juga terjadi pada  pada 3 Januari 2018, terhadap 18 orang warga di Pos Napua dilakukan anggota TNI. Kondisi itu memaksa gereja minta oknum anggota  TNI yang bekerja di Papua tidak semena-mena.

Gereja sedang menyiapkan data kejahatan anggota TNI di lapangan, yang akan dilaporkan langsung ke Panglima TNI. 

Seorang korban penganiyaan di Pos TNI di Distrik Napua, Jayawijaya, Abola Kogoya yang juga sebagai Ketua KNPI Nduga, mengatakan kekerasan yang dilkukan TNI di Nduga  terjadi pada saat dua mobil yang turun dari arah Habema hendak ke Wamena.

“Setibanya di Pos Napua, penumpang kedua mobil tersebut langsung diberhentikan oleh aparat TNI dan menyuruh turun dari dalam mobil,” kata Abola saat menceritakan insiden 3 Januari 2018.

Saat itu belum lagi turun dari mobil, ada anggota TNI buka pintu langsung tanya barang bukti amunisi dan kepemilikan senjata. “Padahal kami dalam mobil itu tidak tahu apa-apa soal itu,” kata Abola, menambahkan.

Menurut dia,  ketika semua turun dari mobil masyarakat dipisahkan antara laki-laki dan perempuan dan lansung melakukan penganiayaan dengan menggunakan selang, kayu dan bahkan kabel.

Setelah dilakukan penyiksaan di Pos Napua, seluruhnya dibawa lagi ke Kodim 1702/Jayawijaya dan penyiksaan pun berlanjut.

“Ada sekenario yang ditimbulkan, sehingga Papua yang selama ini damai selalu ingin membuat keributan atau ketidaknyamanan,” katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

KPU Jayawijaya miliki maskot dan lagu Pilkada 2018

Selanjutnya

Kepala distrik bantah pengungsian warga Balingga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe