Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Komisioner KPU Papua: Belum ada penyelenggara terindikasi tak netral
  • Senin, 08 Januari 2018 — 18:00
  • 912x views

Komisioner KPU Papua: Belum ada penyelenggara terindikasi tak netral

"Sampai sekarang belum ada. Kami, sebenarnya terbuka kepada siapa saja yang ingin melakukan pengawasan, dan mendaftar ke KPU sebagai pemantau pemilukada," ujarnya.
Ilustrasi pemilukada - Jubi. dok​​​​​​​
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Tarwinto, mengatakan hingga kini belum ada komisioner KPU kabupaten/kota di Papua yang terindikasi tidak netral dalam tahapan pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) tujuh kabupaten di Papua dan pilgub Papua, tahun ini.

"Belum ada. Kandidatnya atau calonnya saja belum ada, mau mbalelo bagaimana. Tahapan di kabupaten ini 'kan lagi membentuk penyelenggara di bawahnya kemudian diberikan bimbingan teknis," kata Tarwinto kepada Jubi, Senin (8/1/2018).

KPU Papua juga terus mengawasi dan memantau penyelenggara tingkat bawah, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Jika ada yang keluar dari aturan main, tentu sanksi siap menanti mereka.

Terkait apakah KPU mengetahui sudah ada lembaga independen pemantau pemilukada di Papua, kata Tarwinto, hingga kini pihaknya belum tahu hal itu.

"Sampai sekarang belum ada. Kami, sebenarnya terbuka kepada siapa saja yang ingin melakukan pengawasan, dan mendaftar ke KPU sebagai pemantau pemilukada," ujarnya.

Namun Tarwinto tak dapat berkomentar banyak terkait peran partai politik dalam pemilukada, terutama dalam menyiapkan kadernya, apakah ada pengawasan partai kepada para kandidat.

"Untuk partai, ada beberapa yang berkonsultasi ke kami, tapi hanya terkait pendaftaran. Ini lebih kepada internal partai saja. Itu ranah partai," ucapnya.

Ketua KPU Papua, Adam Arisoi, mengatakan pihaknya terus melakukan penguatan kepada KPUD di Papua, jelang pelaksanaan pemilukada tujuh kabupaten dan pemilihan gubernur-wakil gubernur Papua, 2018.

Ia mengatakan, penguatan kepada penyelenggara tingkat kabupaten dan kota merupakan ranah KPU Papua, supaya penyelenggara tidak menjadi sumber konflik.

"Kalau penyelenggara jadi sumber konflik, kami berhentikan. Itu komitmen. Daripada saya yang diberhentikan, kamu yang saya berhentikan," kata Adam.

Menurut Adam, pihaknya terus memberikan penguatan kepada semua divisi baik itu divisi SDM, divisi yang menangani input data, divisi hukum, dan divisi teknisnya.

"Dengan begitu, dalam melaksanakan tugas KPUD benar-benar tampil sebagai penyelenggara independen dan jujur," ujarnya.

Namun lanjut dia, jika ada penyelenggara yang terindikasi atau terbukti sebagai tim sukses pasangan calon tertentu, tidak ada pilihan lain, selain pemberhentian.

"Kalau tampil sebagai tim sukses, berarti mereka bagian dari menciptakan konflik," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU maksimalkan sosialisasi pemilukada di Papua

Selanjutnya

Nelayan asli Papua diharap bisa dilindungi pergub

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat