Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Bantul kembangkan wisata burung hantu
  • Selasa, 09 Januari 2018 — 17:04
  • 1793x views

Bantul kembangkan wisata burung hantu

populasi tikus sangat tinggi. Bahkan menyerang lahan pertanian milik petani setempat, sehingga rubuhan didirikan.
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bantul,Jubi - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengembangkan kawasan wisata dengan konsep rumah burung hantu di Kecamatan Sedayu.

"Di Sedayu ini sudah ada rubuhan (rumah burung hantu) di dua desa yaitu Argosari dan Desa Argorejo dan ke depan akan menjadi salah satu potensi destinasi wisata di Sedayu," kata Camat Sedayu Fauzan Muarifin di Bantul, Selasa ( 9/1/2018).

Menurutnya Sedayu, sebelumnya sudah punya magnet pariwisata, yaitu Museum Soeharto.

Di wilayah Kecamatan Sedayu ini populasi tikus sangat tinggi. Bahkan menyerang lahan pertanian milik petani setempat, sehingga rubuhan didirikan.

"Karena untuk membasmi tikus itu sulit sekali, meskipun kita sudah mengadakan beberapa kali gropyokan tikus, tapi tetap masih ada. Dan di tahun 2005 kita mengadakan studi banding ke Demak Jawa Tengah kaitannya membasmi tikus melalui burung predator," katanya.

Menurut dia, dari hasil studi banding ke Demak itu oleh gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah kecamatan Sedayu tersebut kemudian juga dilakukan Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul dan instansi terkait di DIY.

"Konsep rubuhan ini yang dipakai untuk mengatasi tikus, dan nantinya akan dikembangkan sebagai wisata edukasi konsep rubuhan," katanya. (*)
 


 


 


 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Pemprov Papua Barat akan pecat ASN yang mangkir kerja

Selanjutnya

Unhas kini punya 380 guru besar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe