Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemprov dukung karantina ekspor daging ke PNG
  • Sabtu, 29 Oktober 2016 — 16:44
  • 1406x views

Pemprov dukung karantina ekspor daging ke PNG

Sebab kerjasama ini bukan saja untuk penjualan komoditas daging saja, tetapi juga rencana pengolahan sawit dari PNG yang akan diolah menjadi CPO (crude palm oil) atau minyak goreng di Papua dapat segera terealisasi.
Penjual daging di Pasar Youtefa - Jubi/Agus Pabika
Alexander Loen
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengaku sangat mendukung rencana Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura untuk mengekspor daging dan telur ke Papua Nugini (PNG).

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty, di Jayapura, Sabtu (29/10/2016) mengatakan rencana kerjasama ini harus dikoordinasikan dengan melibatkan semua pihak termasuk Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Satgas Pengamanan Perbatasan, Imigrasi dan TNI/Polri.

Sebab kerjasama ini bukan saja untuk penjualan komoditas daging saja, tetapi juga rencana pengolahan sawit dari PNG yang akan diolah menjadi CPO (crude palm oil) atau minyak goreng di Papua dapat segera terealisasi.

"Ini bagus dengan kelapa sawit ini agar kerjasama ini bisa menjadi pertumbuhan ekonomi di Papua dan juga di negara tetangga yang dapat mensejahterakan kedua belah pihak," kata Elia belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Mastari mengatakan pihaknya saat ini tengah mendorong agar telur dan daging bisa di ekspor ke PNG, mengingat negara ini juga membutuhkan makanan yang bergizi dan sehat.

"Mudah mudahan dalam waktu dekat ada MoU antara Badan Karantina Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan NAQIA (Balai karantina milik PNG), bisa segera ditandatangani agar bisa berjalan dengan baik, sehingga tidak berjalan secara illegal," kata Mastari.

Menurut ia, pihaknya mengetahui saat ini kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Akan tetapi jika tidak di dorong dengan regulasi yang baik, maka akan terjadi perdagangan yang dikategorikan ilegal. (*)

loading...

Sebelumnya

APBD P 2016 sudah disetujui Kemendagri

Selanjutnya

Pembangunan pariwisata harus berpihak pada ekonomi masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe