Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat distrik Waan kaget saat air laut naik
  • Selasa, 09 Januari 2018 — 18:54
  • 843x views

Masyarakat distrik Waan kaget saat air laut naik

“Memang setiap tahun terjadi air pasang. Tetapi biasanya pada bulan Maret. Namun ini, pada awal Januari sehingga masyarakat kaget. Beruntung, air laut pasang saat siang hari,” ujar seorang aparatur Kampung Wetau, Nikolaus Muowen.
Dua warga dari Distrik Waan, Kabupaten Merauke, usai memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Masyarakat di empat kampung di distrik Waan kabupaten Merauke, yakni Tor, Kladar, Sabon, dan Konroau, beberapa waktu lalu dikagetkan air laut yang mendadak naik hingga ke perumahan warga dan menggenangi tanaman umbi-umbian yang siap panen.

“Memang setiap tahun terjadi air pasang. Tetapi biasanya pada bulan Maret. Namun ini, pada awal Januari sehingga masyarakat kaget. Beruntung, air laut pasang saat siang hari,” ujar seorang aparatur Kampung Wetau, Nikolaus Muowen, Selasa (9/1/2017).

Secara umum, katanya, keempat kampung tersebut berada di pinggir laut. Sehingga begitu terjadi pasang, dipastikan air akan masuk ke perumahan warga.

Ketinggian air laut mencapai satu meter. Akibatnya, tanaman umbi-umbian yang baru ditanam maupun yang siap panen, busuk karean terendam air laut.

Dijelaskan, sampai sekarang masyarakat belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.

“Sudah tak ada cadangan makanan lagi untuk warga di empat kampung itu,” tuturnya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, membenarkan terjadi gelombang pasang di beberapa kampung di distrik Waan, yang menakibat tanaman warga mati terendam air laut.

“Hari ini saya akan bertemu Bupati Merauke, Frederikus Gebze, sekaligus minta agar ada bantuan berupa  beras sejahtera yang bisa dikirim ke beberapa kampung tersebut. Karena mereka tak memiliki cadangan makanan lagi,” ujarnya.

“Ini faktor alam dan terjadi setiap tahun. Memang yang terjadi kali ini berbeda dari biasanya. Saya berharap dinas terkait harus merespon dengan cepat dan menurunkan tim ke sana untuk melihat kondisi warga di sana,” katanya menambahkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Seorang IRT tewas dengan 11 luka tusukan

Selanjutnya

Dewan ingatkan pejabat Merauke harus rajin ke kampung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6204x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5780x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3952x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe