Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Disinyalir salah satu calon borong partai, pendukung calon bupati Jayawijaya mengamuk
  • Selasa, 09 Januari 2018 — 20:47
  • 1904x views

Disinyalir salah satu calon borong partai, pendukung calon bupati Jayawijaya mengamuk

Namun aksi demo masyarakat yang dilakukan di depan kantor KPU Kabupaten Jayawijaya berakhir dengan bentrokan antara aparat kepolisian dan pendemo lantaran para pendemo ini mencoba untuk menghalangi kandidat lain untuk mendaftar di KPU Jayawijaya.
Kantor KPU yang baru diresmikan hancur akibat bentrok yang terjadi Selasa (9/1/2018)-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Kantor KPU Jayawijaya, Selasa (9/1/2018) menjadi amukan massa salah satu pendukung bakal calon bupati Jayawijaya.

Pengrusakan kantor KPU Jayawijaya ini bermula ketika sejumlah masyarakat dari pendukung salah seorang calon menduduki KPU sejak Senin (8/1/2018) hingga Selasa (9/1/2018) yang menolak ada calon dari luar masyarakat asli mendaftar menjadi bakal calon bupati.

"Kami menolak orang di luar masyarakat asli Jayawijaya jadi bupati. Sudah cukup 10 tahun jadi wakil bupati dan berikan kesempatan bagi masyarakat asli disini pimpin Jayawijaya," kata Antor Matuan yang juga merupakan salah satu bakal calon bupati Jayawijaya saat demo di depan kantor KPU Jayawijaya, Selasa (9/1/2017).

Namun aksi demo  masyarakat yang dilakukan di depan kantor KPU Kabupaten Jayawijaya berakhir dengan bentrokan antara aparat kepolisian dan pendemo lantaran para pendemo ini mencoba  untuk menghalangi kandidat lain untuk mendaftar di KPU Jayawijaya.

Aksi penyerangan pertama kali dilakukan oleh kelompok masa pendemo yang melempari kandidat lain dengan batu dan panah saat masuk ke Kantor KPU sehingga kaca-kaca dari kantor yang baru diresmikan 3 hari itu hancur dari lantai satu dan lantai dua. Tidak hanya kaca,  aparat keamanan pun terkena lemparan batu hingga aparat mengambil langkah tegas untuk langsung membubarkan masa.

"Memang ada beberapa kegiatan pengamanan yang dilakukan polres Jayawijaya dimulai dari tanggal 8 Januari dimana pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada pendemo bahkan sebelumnya juga telah dilakukan cofe morning,” ujar Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba.

Karena massa dari beberapa kandidat yang disinyalir tidak mendapatkan partai ini kembali menduduki Kantor KPU di hari pertama untuk menghindari benturan, Kapolres menunda proses pendaftaran hari pertama. Selain itu juga karena di hari yang sama ada deklarasi pasangan JWW dan HMS di Wamena.

Menurutnya, memasuki hari kedua pendaftaran ini ia sudah berupaya secara maksimal untuk bernegosiasi dengan massa pendemo yang kembali menduduki kantor KPU Jayawijaya.

"Jadi jam 1 saya sudah coba mediasi tetapi mereka tetap mengintimidasi KPU dan memaksa saya untuk menghadirkan salah satu perwakilan parpol pendukung dari kandidat lain. Ini bukan kewenangan saya sehingga saya menolak itu," ujarnya.

Secara fakta dilapangan , parpol -parpol yang diminta sudah dimiliki oleh salah satu calon kandidat. Dan pada waktu yang sama salah satu kandidat yang mendaftar diterima namun belum memenuhi syarat. Kemudian pada pukul 14.30 WIT salah satu calon lagi akan mendaftar. Saat ingin mendaftar massa dari kandidat yang disinyalir tidak mendapat partai ini melarang calon lain untuk mendaftar.

"Akibatnya bentrokan tidak dapat dihindarkan antara massa pendukung dan terjadilah pengerusakan terhadap kantor KPU, mobil aparat dan kendaraan lain. Massa juga menganiaya anggota sekretariat KPU. Ini sudah termasuk pelanggaran kriminal yang perlu ditindak tegas," katanya.

Ia menjelaskan, pada akhirnya kepolisian harus mengambil langkah tegas untuk membubarkan massa karena secara nyata massa memaksakan kehendak.

"Para koordinator massa yang ada tadi memprovokasi masa akan kami tindak tegas. Namun terlebih dulu melakukan inventarisir terhadap kerusakan –kerusakan," ujarnya.

Kapolres menambahkan, saat ini ia telah memerintahkan kasat reskrim untuk menginventarisir jumlah korban baik dari kepolisian maupun dari pendemo. Beberapa pendemo memang terkena rekoset dan sudah dibawah ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.(*)

loading...

Sebelumnya

Hari pertama masuk kantor, setengah ASN di Jayawijaya membolos

Selanjutnya

Ratusan personel dikerahkan antisipasi konflik susulan di Jayawijaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe