Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Persipura juara atau regenerasi?
  • Selasa, 09 Januari 2018 — 23:35
  • 1569x views

Persipura juara atau regenerasi?

Rencana mempromosikan beberapa pemain U19 Persipura ke tim senior harus dilakukan secara berjenjang.
Ketua PAIFORI Pusat, profesor Purba (kiri) didampingi Daniel Womsiwor memberi keterangan kepada jurnalis – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Persipura Jayapura menatap Liga 1 2018 dihadapkan pada dua kondisi. Tetap memasang target juara atau melakukan regenerasi pemain dan taktik?.

Menurut Pahala Hutajulu, soccer analyst dan researcher (analisis dan peneliti sepak bola) untuk kembali ke jalur juara, dibutuhkan pemain-pemain berkualitas.

Mendatangkan pemain bintang tentu butuh dana besar. Kebijakan manajemen saat ini efektif-efisien dalam penggunaan anggaran.

Paling realistis saat ini adalah melakukan regenerasi pemain dan taktik, agar dapat kembali konsisten di papan atas klasemen setiap musim. Regenerasi pemain wajib dilakukan untuk mengatasi gap antar pemain.

Pemain utama seperti Boaz, Ian Kabes, Ricardo Salampessy, Yustinus Pae, Yohanis Tjoe dan Addison Alves merupakan grup pemain usia akhir 30an.

Sedangkan pemain pelapis utama musim lalu Marinus Wanewar, Prisca Womsiwor, Muhamad Tahir, Yan Pieter Nasadit berada pada grup usia akhir 20an.

“Idealnya grup usia pelapis berada pada rata-rata usia 25an,” katanya.

Riset membuktikan usia grup ini siap bermain pada kompetisi panjang dan pertandingan yang padat setiap minggu.

Gaya permainan keras dengan intensitas tinggi dan ekspektasi suporter yang selalu menuntut juara, sangat dibutuhkan pemain yang memiliki fisik prima, mental baja dan konsisten dalam bermain. Solusinya adalah memberikan menit bermain yang lebih dengan analisa terukur.

Rencana mempromosikan beberapa pemain U19 Persipura ke tim senior harus dilakukan secara berjenjang.

Hasil riset memberikan rekomendasi pemain junior di bawah 19 tahun tidak boleh diberikan menit bermain dan latihan 100 persen sama dengan pemain senior. Maksimal hanya sampai 60-70 persen.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya burn out (kondisi dimana seorang atlet mengalami kelelahan fisik dan psikologis) pada pemain tersebut.

Regenerasi taktik. Gaya bermain Persipura yang lebih melekat dengan penguasaan bola dan mengontrol permainan yang selama ini membawa Mutiara Hitam ke tangga juara mulai mendapat antitesis dengan lawan yang bertahan di kedalaman (deep defence) dan menyerang melalui counter attack (serangan balik).

Musim lalu tampak sekali Persipura mengalami kesulitan berhadapan dengan lawan model ini. Upgrading (perbaikan) taktik seperti metode menyusun serangan dari bawah (salida lavolpiana), bermain secara vertikal (vertical play) atau pragmatis-transisi (defence-counter attack) sebagai bentuk variasi taktik wajib dilakukan, agar dapat mengatasi tipe-tipe lawan yang bervariasi.

Manajemen fatique dan recovery (kelelahan akibat aktifitas olahraga yang sifatnya sementara dibarengi pemulihan yang tepat) harus mendapat perhatian yang lebih, agar tim dapat tetap bugar dan segar sepanjang musim.

Persipura selama ini konsisten di papan atas karena terlebih dahulu sudah menerapkan manajemen fatique dan recovery, namun metode ini sudah merata digunakan tim-tim papan atas lain di Indonesia.

Penunjukan Peter Butler melatih Persipura akan sangat membantu proses transisi regenerasi, mengingat rekam jejak Butler selalu mengorbitkan pemain muda.

Gaya melatih Butler yang cenderung kick and rush (menendang dan berlari) pada klub sebelumnya Platinum Stars (Afrika Selatan) kurang maksimal, ini tidak bisa dijadikan patokan karena Butler tipe cross-cultural coaching (pembinaan lintas budaya), sehingga dimanapun dia melatih akan bisa beradaptasi, yang penting semua pemain mau bekerja sama dan mengikuti apa yang diinginkan pelatih.

Mencoba menganalogi kejayaan Nokia di era 2000an yang ambruk oleh Samsung akibat tidak melakukan inovasi. Untuk itu, mari kita suporter harus mendukung dan mendorong secara positif manajemen melakukan regenerasi pemain dan taktik agar Persipura dapat kembali ke jalur juara dengan tetap sabar mengawal proses tersebut.

Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia (PAIFORI) Papua, Daniel Womsiwor, M.Fis AIFO mengaku, ada 23 pemain U-21 yang pernah diseleksi tahun 2016 oleh tim pemandu bakat dikoordinir Nico Dimo dan Nando Fairyo.

Daniel Womsiwor bersama profesor Purba dari PAIFORI Pusat juga sudah tes para pemain ini dengan teknologi mutakhir.

Jika ditambah 4 pemain dari Persipura U-19 dan pemain hasil Liga 2 atau Liga 3. "Saya kira  Persipura bisa target juara kalau memang Bank Papua dan Freeport dukung total," ujarnya.

Womsiwor setuju, Piala Presiden untuk seleksi pemain baru dan lokal. Dengan harapan pemain senior yang sudah di atas 32 tahun harus dikurangi. Ada 11 pemain senior jadi dieliminasi menjadi 4 atau 5, kecuali kiper.

"Persipura bisa juara kalau pemain tua dikurangi dengan masuknya sejumlah pemain usia emas (21-30 tahun),” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Berebut kursi ketua PSSI Papua

Selanjutnya

Persipura, nasibmu jangan kelam seperti warna kulitmu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe