Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pabrik betatas tak dianggarkan dalam APBD 2018
  • Rabu, 10 Januari 2018 — 03:34
  • 1011x views

Pabrik betatas tak dianggarkan dalam APBD 2018

"Kami akan dorong anggarannya nanti dalam APBD perubahan tahun anggaran ini," kata Mustakim, Selasa (9/1/2018).
Ilustrasi suasana sidang APBD Papua tahun anggaran 2018, belum lama ini - Jubi.Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi ekonomi dan industri, Mustakim mengatakan, dalam APBD induk tahun anggaran 2018, pembangunan pabrik betatas (ubi jalar) tidak dianggarkan.

Menurutnya, ini disebabkan anggaran difokuskan untuk pembangunan infrastruktur PON XX di Papua, 2020 mendatang.

"Kami akan dorong anggarannya nanti dalam APBD perubahan tahun anggaran ini," kata Mustakim, Selasa (9/1/2018).

Katanya, meski tidak dianggarkan dalam APBD induk tahun ini, namun pembangunan pabrik betatas di Arso, Kabupaten Keerom tetap berjalan.

"Ya, pada prinsipnya pembangunan pabrik tetap berjalan. Nanti, ketika pabrik berdiri dengan sendirinya, SKPD terkait harus mensosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Katanya, SKPD yang dimaksud adalah yang berkaitan dengan ekonomi, di antaranya Dinas Tanaman Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan beberapa lainnya.

"Tidak bisa satu dinas saja menangani, tapi dinas rumpun ekonomi," katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni mengatakan, pabrik betatas di Arso akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare. Dalam APBD 2017, dianggarkan senilai Rp10 miliar.

"Anggaran senilai Rp7 miliar untuk pembangunan pabrik, ada di Disperindag Provinsi Papua dan Rp3 miliar untuk pembangunan jalan menuju lokasi pabrik dikelola Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua," kata Deerd Tabuni belum lama ini.

Katanya, masyarakat telah menanti pembangunan pabrik betatas itu, karena beberapa tahun lalu dinas terkait terkait telah memprogramkan menggalakkan penanaman batatas.

"Sejak tahun 2008, Kementerian Perindustrian telah memberikan bantuan mesin pengelolaan betatas menjadi tepung kepada Pemprov Papua. Kami akan terus mengawal proses pembangunan," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Percepat infrastruktur PON, anggaran OPD berkurang

Selanjutnya

Ratusan personel polisi amankan pendaftaran pasangan cagub Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6071x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5693x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3745x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe