Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Ketua P2TP2A tak boleh dijabat ASN
  • Rabu, 10 Januari 2018 — 19:11
  • 1089x views

Ketua P2TP2A tak boleh dijabat ASN

“Saya tahu aturannya sehingga berani bicara,” kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana kabupaten Merauke, Albertina Mekiuw.
Mobil operasional untuk sosialisasi kepada perempuan dan anak di kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten Merauke tidak boleh dijabat Aparatur Sipil Negara (ASN). Sesuai aturan, jabatan itu dipegang oleh mereka diluar birokrat atau pensiunan ASN.

Hal itu disampaikan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana kabupaten Merauke, Albertina Mekiuw, kepada Jubi, Rabu (10/1/2018).

“Saya tahu aturannya sehingga berani bicara,” katanya menegaskan.

Saat ini, lanjut Mekiuw, jabatan Ketua P2TP2A Kabupaten Merauke diemban salah seorang ASN di Dinas Pemberdayaan Perempuan. Padahal yang bersangkutan juga mejabat sebagai kepala bidang. Tentunya dengan dua tugas yang dieman sekaligus, tidak akan fokus dalam menjalankan program.

Dikatakan, tugas dan tanggung jawab  P2TP2A adalah melakukan sosialisasi secara kontinyu di setiap kelurahan maupun di kampung-kampung tentang perlindungan terhadap anak maupun perempuan. Itu harus rutin dijalankan, sehingga dipahami dengan baik oleh masyarakat.

“Ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Merauke, saya membangun komunikasi baik dengan pusat, sehingga mendapatkan satu unit bantuan mobil maupun sepeda motor,” ujarnya.

Mobil tersebut digunakan untuk operasional setiap hari dan siap digunakan 24 jam sehari, termasuk saat dilakukan sosialisasi ke kampung maupun kelurahan.

Secara terpisah Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Merauke, Yosephita Aron, mengatakan pihaknya bersama staf rutin menjalankan tugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perlindungan anak dan perempuan.

“Kami selalu agendakan secara rutin memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang bagaimana menjaga dan melindungi anak serta peremuan dengan baik,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi gagalkan penyelundupan 1.161 ekor kura-kura dari Merauke

Selanjutnya

Anak hidup di jalan karena kurang pengawasan orang tua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe