Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tes bahasa ibu, ajang bakal cagub Papua buktikan jati diri
  • Rabu, 10 Januari 2018 — 20:46
  • 1204x views

Tes bahasa ibu, ajang bakal cagub Papua buktikan jati diri

"Ya tidak apa-apa. Itu lebih bagus lagi, karena mereka yang maju ini adalah anak daerah asli Papua. Daripada mengaku anak daerah tapi tidak tahu bahasa ibunya sendiri," kata Decky, Rabu (10/1/2017).
Ilustrasi Pilgub Papua - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Decky Nawipa mengatakan, tes bahasa ibu atau bahasa daerah terhadap bakal calon gubernur-wakil gubernur Papua oleh Majelis Rakyat Papua (MRP), merupakan ajang membuktikan jati diri para pasangan bakal calon, sebagai orang asli Papua yang sesungguhnya.

Ia mengatakan, memang seharusnya begitu, para pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Papua dites menggunakan bahasa daerahnya atau bahasa ibu.

"Ya tidak apa-apa. Itu lebih bagus lagi, karena mereka yang maju ini adalah anak daerah asli Papua. Daripada mengaku anak daerah tapi tidak tahu bahasa ibunya sendiri," kata Decky, Rabu (10/1/2017).

Menurutnya, semua anak asli Papua harus tahun bahasa ibu, atau bahasa daerahnya. Dalam tahapan inilah, para bakal pasangan pimpinan Papua harus membuktikan itu.

"Saya setuju tes bahasa daerah itu. Kalau dibilang anak daerah akan mencalonkan diri, ya buktikan sudah. Itu lebih bagus. Semua anak asli Papua harus bisa. Jangan sampai anak daerah tapi tidak tahu bahasa daerahnya," ujarnya.

Namun ia mengingatkan MRP, supaya tetap independen dalam melakukan tahapan yang menjadi tugas mereka. Sebagai lembaga kultur, MRP harus netral, tidak memihak kepada siapapun.

"Tugas MRP ini memverifikasi keaslian orang asli Papua para bakal calon. Mereka hanya pada posisi itu, tidak lebih. Jangan memposisikan diri sebagai lembaga politik," katanya.

Sehari sebelumnya, Ketua MRP, Timotius Murib mengatakan, untuk pertama kalinya, lembaga kultur yang dipimpinnya akan mewawancarai para bakal calon gubernur-wakil gubernur periode 2018-2023, menggunakan bahasa daerah.

"Kami akan mengundang para bakal calon untuk wawancara atau pidato dalam bahasa ibu," kata Timotius Murib, Selasa (9/1).

Menurutnya, dengan cara seperti ini, MRP dapat memberikan pertimbangan terhadap rekomendasi keaslian bakal calon. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasangan calon Gubernur Papua tes urine

Selanjutnya

Baleg DPRP dukung keinginan presiden pangkas aturan birokrasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe