Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Persipura, nasibmu jangan kelam seperti warna kulitmu
  • Kamis, 11 Januari 2018 — 06:38
  • 1459x views

Persipura, nasibmu jangan kelam seperti warna kulitmu

Persipura juga belum punya pelatih definitif. Puter Butler, pelatih asal Inggris yang awal Desember sempat bertemu ketua umum Persipura belum terikat kontrak secara resmi.
Pemain Persipura saat menjalani latihan beberapa waktu lalu di Stadion Mandala Jayapura - Jubi/Jean Bisay.
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Klub dengan nama besar mengoleksi empat gelar juara Indonesia, Persipura Jayapura selalu menghadapi kegetiran setiap mengawali musim baru. Persoalan klasik terkait sponsor jadi biang masalahnya.

Musim 2018, hal itu kembali terjadi. Persipura sedikit terdesak dan kocar-kacir. Lambat mendapat sponsor menjadi salah satu pemicu sejumlah pemain pilar usia emas hengkang dari Stadion Mandala Jayapura.

Sebut saja Rony Esar Beroperay gabung Barito Putra. Nelsom Alom, Ferinando Pahabol, Ruben Karel Sanadi hingga bintang muda berlabel Timnas, Osvaldo Ardiles Haay yang merapat ke Persebaya Surabaya.

Bank Papua dan PT Freeport Indonesia selama ini menjadi sandaran utama Persipura. Beruntung Bank Papua cepat memberi lampu hijau dengan tanda tangan kerjasama manajemen Mutiara Hitam pada, Jumat 5 Januari 2017.

"Puji Tuhan, Bank Papua mendukung tim Persipura dengan nilai Rp8,5 miliar. Ini lebih banyak dari tahun kemarin," ucap Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano setelah tanda tangan kerjasama.

Angka ini naik satu miliar dari musim sebelumnya. Dimana bank pelat merah milik pemerintah provinsi Papua ini membantu Rp7,5 miliar.

Mensponsori tim kebanggaan masyarakat Papua sejak 2005, total dana yang sudah diterima Persipura mencapai Rp57 miliar.

F Zendarto, Direktur Utama Bank Papua mengatakan, pihaknya tetap setia mendukung  tim Persipura, namun sesuai  kemampuan yang ada.

“Kami bantu sesuai kemampuan sebab rating promosi Persipura tinggi untuk Bank Papua,” kata Zendarto.

Dana dari Bank Papua membuat Persipura lega. Nilainya memang belum cukup buat akomodir kebutuhan selama satu musim kompetisi yang ditaksir butuh Rp35 miliar.

Anggaran sebesar itu diperlukan Persipura untuk mengarungi tiga kompetisi musim ini. Pertama Piala Presiden, Liga 1 dan Piala Indonesia.

Siapkan tim
Setelah mendapat suntikan dana segar, manajemen Persipura langsung pasang kuda-kuda. Boaz dan kolega digaransi siap tampil di Piala Presiden.

"Kita punya semangat baru lagi. Ketua Umum memerintahkan segera mempersiapkan tim untuk bertanding di Piala Presiden 2018," kata juru bicara Persipura, Ridwan Madubun alias Bento.

Waktu satu minggu menuju kick off, 16 Januari 2018 sangat mepet buat persiapan tim. Persipura sadar dan tahu diri.

Bento mengaku di turnamen pra musim ini, tim tanpa target dan fokus sebagai ajang seleksi bagi pemain-pemain baru.

"Ada 7-8 pemain dari Persipura U-19 akan kita seleksi dan 4 hingga 5 pemain sudah pasti kita rekrut," katanya.

Persipura juga belum punya pelatih definitif. Puter Butler, pelatih asal Inggris yang awal Desember sempat bertemu ketua umum Persipura belum terikat kontrak secara resmi.

Bento sampaikan Persipura berpedoman pada regulasi yang ditetapkan operator kompetisi. Bila pelatih diwajibkan lisensi A AFC, maka manajemen harus segera tunjuk pelatih.

Tapi bila pelatih tidak harus lisensi A AFC, kemungkinan Mettuzalah Dwaramuri bakal diplot sementara sebagai pelatih mendampingi tim selama turnamen.

Mantan kapten yang berjasa mengangkat Persipura dari Divisi I hingga eksis di Liga utama Indonesia saat ini Fernando Fairyo biasa akrab dipanggil Nando menilai, melihat situasi dan kondisi saat ini, Persipura sebaiknya konsen persiapan Liga 1 sebagai pilihan utama, mengingat keterbatasan dana dan persiapan latihan yang mepet.

“Persiapan tim butuh waktu minimal 6  sampai 8 minggu untuk latihan singkat. Perlu waktu 10 sampai 12 minggu  untuk maksimal latihan fisik, teknik dan strategi sebelum bekompetisi,” katanya.

Nando yakin dalam situasi dilematis, Persipura masih tetap disegani. Sejumlah pemain pilar keluar musim ini, tidak akan pernah mengurangi bobot Mutiara Hitam sebagai rajanya sepak bola Indonesia.

Zeth Haay, penggemar setia menegaskan, Persipura adalah harkat dan martabat sekaligus representasi jati diri orang asli Papua (OAP).

“Kita jangan pernah ragu mendukung Persipura, dalam situasi dan kondisi apa pun. Persipura nasibmu jangan sekelam warna kulitmu,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Persipura juara atau regenerasi?

Selanjutnya

Dua mantan wartawan bertarung di Kongres PSSI Papua, Rocky Bebena yang menang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe