Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Bawa 14 kasus, 21 Anggota DPR Papua Barat temui KOMNAS HAM
  • Minggu, 30 Oktober 2016 — 08:27
  • 1454x views

Bawa 14 kasus, 21 Anggota DPR Papua Barat temui KOMNAS HAM

“Mereka meminta KOMNAS HAM agar menindaklanjuti berbagai kasus tersebut dan menyampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden RI, yang belum pernah merespon persoalan HAM di Papua,” ujar Pigai kepada Jubi, Sabtu (29/10/2016) melalui telpon.
Suasana pertemuan 21 orang anggota DPR Papua Barat di KOMNAS HAM RI, Jumat (28/10/2016) – JUBI/VK
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Tak saja membawa kasus insiden Manokwari 26/10, sekitar 21 orang anggota DPR Papua Barat bertemu KOMNAS HAM untuk menyampaikan empat belas kasus HAM lainnya di Papua Barat dan Papua Jum’at lalu. Mereka meminta KOMNAS HAM menindaklanjuti berbagai kasus tersebut dan menyampaikannya ke Presiden.

Beberapa hal yang dibicarakan anggota dan pimpinan DPR Papua Barat ke KOMNAS HAM, pada pertemuan Jum’at (28/102016) itu, berdasarkan keterangan Komisioner KOMNAS HAM, Natalius Pigai, meliputi insiden bentrok dan penembakan di Sanggeng, Manokwari beberapa hari lalu, indikasi pembunuhan misterius, beberapa fakta ‘Papuaphobia’ saat aparat disinyalir lebih melindungi migran dan melakukan represi berlebihan ke masyarakat.

“Mereka meminta KOMNAS HAM agar menindaklanjuti berbagai kasus tersebut dan menyampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden RI, yang belum pernah merespon persoalan HAM di Papua,” ujar Pigai kepada Jubi, Sabtu (29/10/2016) melalui telpon.

Veronika Koman, pengacara yang juga penggerak komunitas Papua Itu Kita di Jakarta mengonfirmasi pertemuan yang ikut dihadirinya itu.

“Ada 14 kasus diterima DPRP yang diajukan oleh LP3BH, dan itu yang disampaikan ke KOMNAS HAM, walau sebenernya ada jauh lebih banyak kasus,” ujar Vero kepada Jubi.

Keempatbelas kasus yang dimaksud adalah kasus Wasior, Wamena, Paniai, Manokwari berdarah, kematian misterius Ferry B. Awom dan Josef Inden, kematian Dr. Thomas Wapai Wanggay, eksekusi kilat 53 OAP di Arfay Manokwari 28 Juli 1969, dugaan pembunuhan kilat 300 warga OAP di Manokwari tahun 1969, dugaan pelanggaran HAM berat 6 Juli 1998 di
Menara Air Biak, status hukum Drs. Septinus Paiki dan Melkianus Bleskadit, kasus Aimas-Sorong 2013, kasus pembunuhan kilat di Masni 1965, Biak Berdarah 6 Juli 1998, dan Manokwari berdarah September 1999.

Menurut Vero, pertemuan tersebut menyoroti berbagai pelanggaran HAM yang tidak kunjung selesai itu.

“Pelanggaran yang sudah berlangsunglama tersebut ditambah dengan teror kematian misterius dan mayat yang tergeletak begitu saja yang cukup marak menambah resah masyarakat,” kata Vero melalui sambungan telepon.

Selain kematian misterius, lanjut Vero, modus baru yang terkesan terror adalah tabrak lari. “Sedangkan insiden Manokwari yang baru lalu itu, menurut keterangan Pigai, adalah modus lama, ada kecenderungan bila OAP bicara dengan Non-OAP, TNI-Polri akan berada di balik Non-OAP,” ujar Vero sambil menambahkan pernyataan Pigai terkait pembangunan di Papua yang migrant based-policy yang menguntungkan pendatang, cenderung memperburuk situasi tersebut.

Bertepatan dengan sidang paripurna KOMNAS HAM berikutnya, Senin (30/10), Natalius Pigai berjanji akan membawa dan membahas aspirasi dari Papua Barat tersebut.

Diantara 21 orang anggota DPR Papua Barat yang berasar dari berbagai fraksi tersebut, hadir Wakil Ketua DPRPB Robert Manibuy, SH., MM.

“Antara lain ada fraksi Hanura, PDIP, dan Golkar,” ujar Vero.

Dilansir Tempo.co Jum’at (28/10), anggota DPRPB Fraksi Otonomi Khusus, Dominggus Sani, mengatakan pihaknya bakal segera memanggil kepolisian untuk meminta keterangan terkait dugaan kesalahan prosedur (insiden Manokwari) Jumat lalu.

Selanjutnya KOMNAS HAM akan melakukan pertemuan lanjutan dengan DPRD Papua Barat pada bulan November di Manokwari untuk bicarakan berbagai hal terkait HAM, ujar Pigai.(*)

loading...

Sebelumnya

UNIPA gelar Simposium Internasional Bentang Laut Kepala Burung dan Konektivitas Pan-Pasifik

Selanjutnya

Kata Ketua KPU RI, pilkada harus aman dan damai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5744x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2856x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2754x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe