Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Alasan Persipura absen di Piala Presiden 2018
  • Kamis, 11 Januari 2018 — 19:38
  • 1788x views

Alasan Persipura absen di Piala Presiden 2018

"Kami mau ikut turnamen, tapi kenyataan kondisi finansial klub masih belum jelas," BTM mengaku.
Ketua Umum PSSI Papua Benhur Tomi Mano bersama Anggota Komite Eksekutif PSSI Pusat, Dirk Soplanit (kanan) - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Setelah teken kerjasama dengan Bank Papua, Jumat, (5/1/2018) ketua umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) menggaransi Mutiara Hitam siap ikut Piala Presiden 2018.

Ironisnya, satu pekan berselang BTM kembali menyatakan, Boaz dan kolega tidak bisa ikut turnamen pra musim yang rencana bergulir, Selasa (16/1/2017).

Kepada wartawan disela-sela kongres Asprov PSSI Papua, BTM membeberkan alasannya. Pertama kondisi keuangan yang hingga saat ini baru mendapatkan suntikan dana dari Bank Papua sebesar Rp8,5 miliar.

"Kami mau ikut turnamen, tapi kenyataan kondisi finansial klub masih belum jelas," BTM mengaku.

Alasan kedua adalah PT. Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi hingga saat ini belum membayar hak-hak klub.

"Hak Persipura yang belum dibayar PT.Liga Indonesia kurang lebih sebesar Rp7 miliar," ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Jayapura ini bilang sudah menyampaikan kepada PSSI Pusat, jika menggelar Piala Presiden 2018, lunasi dulu hak klub.

"Kami telah sampaikan kepada PSSI melunasi dulu hak klub baru menggelar Piala Presiden," katanya.

PT LIB masih menunggak utang Persipura. Seperti hak siar tahun 2016 dan 2017. Subsudi klub, hadiah juara Liga 1 U-19 maupun hadiah pemain terbaik U-19.

"Kami harapkan bisa segera terbayarkan. Itu hak klub dan anggaran itu sangat kami butuhkan," harapnya.

Manajemen Persipura percaya utang bisa dibayarkan, tetapi pihaknya hanya ingin masalah ini tidak berlarut-larut.

"Kami percaya PT LIB akan tuntaskan dan berharap tidak dalam waktu yang lama. Kami punya kebutuhan yang mendesak untuk mempersiapkan tim," ujarnya.

Menurut mantan kapten Persipura, Nando Fairyo, keputusan bijak dari BTM yang sudah memperhitungkan segala daya dan kemampuan tim secara internal. Tentunya berdasarkan persiapan yang minim dan waktu pelaksanaan sudah di depan mata.

“Ibarat pasukan militer harus yang terlatih. Baik fisik maupun mental dan punya jiwa korsa untuk membela Mutiara Hitam,” katanya.

Termasuk mempersiapkan strategi mumpuni dan mengukur kemampuan lawan serta mampu mencari cara untuk melumpuhkannya.

“Hal-hal ini yang mendasari keputusan BTM untuk tidak berpartisipasi di turnamen ini,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dua mantan wartawan bertarung di Kongres PSSI Papua, Rocky Bebena yang menang

Selanjutnya

Galanita dan Futsal putri masuk agenda PON 2020

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe