Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Perempuan kampung Arsopura manfaatkan pekarangan lebih produktif
  • Jumat, 12 Januari 2018 — 09:43
  • 1161x views

Perempuan kampung Arsopura manfaatkan pekarangan lebih produktif

Mereka menyulap lahan pekarangan menjadi agrowisata mini yang ditumbuhi berbagai jenis komoditi sayuran.
Para anggota KWT Mawar saat bersama-sama menyirami dan menanam bibit sayuran di pekarangan rumah yang dijadikan agrowisata - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Keerom, Jubi - Sejumlah perempuan di Kampung Arsopura, di Kabupaten Keerom yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar, berhasil mengubah  pekarangan rumah yang ditempati lebih produktif. Mereka menyulap lahan pekarangan menjadi agrowisata mini yang ditumbuhi berbagai jenis komoditi sayuran.

“Kami terpacu melakukan ini sehingga diminta oleh Dinas Pertanian Keerom melakukan terobosan memanfaatkan pekarangan ditanami sayur tanpa pupuk kimia atau peptisida,” kata Ketua KWT Mawar, Musrifah,  Kamis (11/01/17).

Musrifah menjelaskan kelompoknya dibentuk pada pertengahan Desember 2017 lalu mewadahi  25  perempuan yang menggarap pekarangan masing-masing lahan kurang lebih seluas  50 meter persegi.

Mereka mengawali dengan modal awal iuran Rp  10 ribu per anggota. “Terkumpul sekitar Rp 200 ribu dan digunakan membeli pupuk kandang dari kotoran sapi, kambing dan ayam,” kata Musrifah menambahkan.

Tujuan utama memanfaatkan lahan pekarangan yang dikelola bersama kelompoknya ingin menghasilkan sayuran tanpa kimia atau pestisida. Program pemanfaatan lahan pekarangan diharapkan menjadi contoh warga sekitar. “Agar mereka juga memanfaatkan pekarangan ditanami dengan tanaman jangka pendek,” kata Musrifah menjelaskan.

Musrifah yang akrab disapa mama Ulfa, mengaku pekarangan yang digarap telah di tanami bibit buncis, pare, kacang panjang, kacang tanah dan bengkoang. Hanya bibit kangkung yang dibeli dengan harga 10 ribu rupiah, sementara lainnya di ambil dari ladang-ladang anggota.

Sedangkan penggarapan lahan dilakukan secara gotong royong, tercatat sudah empat kali berkumpul dan menggarap lahan dilakukan setiap satu pekan sekali. “Setiap minggu seluruh anggota maupun pengurus menyumbang lima ribu rupiah untuk di simpan ke kas untuk keperluan mendadak,” katanya.

Hasilnya produksi sayuran yang ditanam di lahan sekitar rumah sempat dijual, sedangkan uangnya masih disimpan di kas kelompok. Mama Ulfa dan kelompoknya belum membahas lebih lanjut hasil panen yang laku dijual.

Sedangkan  upaya memanfaatkan lahan pekarangan yang produktif itu juga masih terkendala gangguan dari hewan ternak yang sering merusak tanaman yang dibudidayakan.

“Ayam sering sekali masuk di lahan yang kami garap. Jadi bibit yang ditanami kadang harus di Tanami ulang. Makanya sekarang setiap sisi lahan kami tutup dengan kelambu,” katanya.

Salah satu anggota KWT Mawar, Jumiati, mengaku tertarik mengikuti kelompok tersebut   untuk mengisi waktu luang., saat jenuh menggarap lahan di ladang miliknya.

“Ini juga untuk mempererat tali silaturahmi antar wanita di jalur 3 C, dan juga sebagai percontohan agar ke depan pekarangan rumah-rumah warga dapat dimanfaatkan seperti ini,” kata Jumiati.

Terdapat tiga kelompok wanita tani di Kampung Arsopura, masing-masing KWT Melati di jalur 1B, Merpati jalur 2C dan KWT Mawar di jalur 3C. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Bupati Keerom Celcius Watae sosok rendah hati

Selanjutnya

PDAM akan pasang sambungan baru bagi 2 ribu masyarakat miskin

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe