Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Masyarakat keluhkan kondisi jalan Depapre, terjal dan berlubang
  • Sabtu, 13 Januari 2018 — 16:22
  • 1434x views

Masyarakat keluhkan kondisi jalan Depapre, terjal dan berlubang

Dampaknya, sehari bisa lima sampai enam pengendara roda dua jatuh di ruas jalan tersebut, baik yang keluar dari Depapre maupun sebaliknya.
Kondisi jalan menurun ke kampung Depapre yang terlihat sangat curam - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Sejumlah warga di kampung Depapre Distrik Depapre mengeluh soal jalan menuju kampung mereka. Jalan poros di kampung tersebut sangat terjal, berada hampir pada posisi 45 derajat, tidak rata, dan berlubang, serta banyak sisa material pasir dan kerikil di tengah jalan.

Dampaknya, sehari bisa lima sampai enam pengendara roda dua jatuh di ruas jalan tersebut, baik yang keluar dari Depapre maupun sebaliknya.

Roberth Kromsiang, seorang warga Depare, mengatakan dalam kondisi cuaca hujan, akan lebih parah lagi, karena sisa material dari pembakaran lahan di gunung semuanya turun ke kampung-kampung mengikuti arus air. 

"Saat ini kondisi panas dan tidak hujan, masih saja ada pengendara roda dua yang jatuh di tengah jalan dalam posisi menanjak maupun dalam posisi menurun. Kasihan kalau sedang boncengan. Terakhir kemarin ada trck yang sampai jatuh ke jurang hanya karena menghindar jalan yang berlubang," ujar Roberth, saat ditemui di kampung Depapre, Sabtu (13/1/2018).

Amirudin, seorang pemilik kios di Depare, mengaku was-was kalau datang hujan. Kiosnya pernah kemasukan material yang dibawa oleh banjir kiriman dari gunung.

"Kalau hujan turun, pasti kios kami ini kemasukan air serta sisa material pasir dan kerikil dari gunung. Waktu jalan di atas belum di bongkar, situasi seperti ini tidak terjadi. Setelah dibongkar dan tidak diselesaikan pekerjaannya, kita yang kena dampak dari pekerjaan jalan yang tidak selesai ini," ungkapnya dengan nada kesal. (*) 

loading...

Sebelumnya

Menteri BUMN resmikan tempat penitipan anak di pasar Doyo Baru  

Selanjutnya

Kondisi jalan di Depapre rusak parah, pemerintah provinsi harus peka

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat