Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Mekanisme Pilkada Jayawijaya dinilai salah
  • Minggu, 14 Januari 2018 — 21:37
  • 1074x views

Mekanisme Pilkada Jayawijaya dinilai salah

Hal itu menimbulkan efek penyerangan terhadap salah satu bakal calon dan kantor KPU di daerah tersebut.
Suasana pendaftaran pasangan calon di KPU Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua menilai mekanisme Pilkada di Kabupaten Jayawijaya ada yang salah. Hal itu menimbulkan efek penyerangan terhadap salah satu bakal calon dan kantor KPU di daerah tersebut.

“Ada suatu mekanisme yang salah,  baik dari setiap bakal pasangan calon juga salah diterjemahkan oleh KPU dan Panwas Jayawijaya,” kata Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy, Minggu (14/1/2018).

 Adam mengaku sudah meminta klarifikasi KPU Jayawijaya, ia berharap para pasangan calon memahami aturan main yang ada. “Sehingga tidak menimbulkan konflik,” kata Adam menambahkan.

Ia juga  meminta agar bakal calon tidak menghasut masyarakat  yang justru akan mengganggu kemanan dan ketertiban, karena rakyat sebenarnya tidak tahu apa-apa.  Terkait dengan pendaftaran ulang, Adam menyatakan yang berhak mengulang dalam pendaftaran hanya satu pasangan calon yang memenuhi syarat.

Menurut dia, tahapan ditunda dan ditutup secara nasional, lalu diumumkan kembali dibuka pendaftaran, sehingga partai politik yang presentasenya tidak memenuhi ambang batas itu bisa bergabung menjadi satu mendukung salah satu pasangan calon. “Itu yang diminta di PKPU 14 tahun 2015,” kata Adam Arisoy menjelaskan.

Ketua KPU Jayawijaya, Adi Wetipo mengakui hingga kini masih berkoordinasi dengan KPU Provinsi Papua dan pusat terkait penambahan waktu pendaftaran.

“Kemarin itu tidak ada mekanisme tertulis, makanya kita datang ke KPU provinsi karena petunjuk tertulis teknis belum ada hanya bilang kalau pasangan tunggal,” kata Adi Wetipo.

Menurut dia,  penambahan perpanjangan waktu tiga hari ke depan bisa dilakukan, namun PKPU yaitu nomor 14 tahun 2015 dengan PKPU 15 tahun 2017 yang isinya berbeda.

“PKPU nomor 17 ini presentasenya, sementara PKPU nomor 14 tahun tahun 2015 tidak ada presentasenya,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Yahukimo di Malang apresiasi pemerintah daerah asal

Selanjutnya

DPRD Sahkan APBD 2018 Yahukimo Rp1,6 Triliun dan 9 Raperda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2901x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2608x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1520x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1311x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe