Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Demo damai, KPU Papua harus transparan verifikasi berkas bakal paslon cagub
  • Senin, 15 Januari 2018 — 07:03
  • 1489x views

Demo damai, KPU Papua harus transparan verifikasi berkas bakal paslon cagub

“Kami punya bukti-bukti itu, ada yang pakai ijazah strata satu (S1) palsu jadi kami mau antarkan langsung ke KPU Papua. Sebagai masyarakat yang dukung demokrasi yang bersih dan transparan, kami ajak semua ikut mengawal,” kata Yulius Mabel .
Nius Yikwa (Penanggung jawab umum Forum) bersama anggota dan simpatisan forum Peduli Demokrasi Papua. - Jubi/dok
Arjuna Pademme
Editor : Yuliana Lantipo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Hari ini, Senin (15/1/2018), ratusan orang yang tergabung dalam Forum Peduli Demokrasi Papua direncanakan mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua dan menyerahkan sejumlah bukti berkas palsu salah satu bakal calon gubernur Papua pada Pilkada 2018 ini.

Tujuan kedatangan tersebut, kata Yulius Mabel selaku Jenderal Lapangan Forum, pada Minggu (14/1/2018), adalah untuk meminta penyelenggara Pilkada tersebut bekerja jujur dan transparan dalam memverifikasi semua berkas administrasi, siapapun bakal calonnya pada Pilgub Papua.

“Kami punya bukti-bukti itu, ada yang pakai ijazah strata satu (S1) palsu jadi kami mau antarkan langsung ke KPU Papua. Sebagai masyarakat yang dukung demokrasi yang bersih dan transparan, kami ajak semua ikut mengawal,” kata Yulius Mabel kepada Jubi.

"Selama ini kami mempertanyakan pemalsuan ijazah yang dilakukan JWW sejak maju pertama menjadi bupati Jayawijaya, dia kan gunakan gelar palsu. Kami minta KPU Papua profesional mengecek berkas bakal cagub, kalau terbukti, gugurkan," katanya lagi.

Menurutnya, dugaan ijazah palsu ini bukan hal baru. Sudah disampaikan pihaknya kepada publik dan instansi terkait sejak beberapa tahun terakhir. "Kami sudah laporkan, tapi hingga kini penegak hukum tidak kerja sesuai harapan kami, tidak profesional ketika itu," ujarnya.

Penanggung jawab forum, Nius Jikwa mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat Papua menyuarakan ketidak adilan dalam pencalonan bakal pasangan cagub/cawagub Papua. "Kami ada alat bukti yang akan kami serahkan, saat kami sampaikan aspirasi ke KPU Papua. Kami harap masyarakat Papua tidak terprovokasi oleh oknum tak bertanggung jawab dalam aksi kami," kata Jikwa.

Ia juga mengingatkan masyarakat Papua peduli demokrasi jujur, adil, terbuka, supaya menjaga agar tidak terjadi hal tak diinginkan dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun ini.

"Kami mengajak masyarakat peduli demokrasi di tanah Papua bergabung bersama kami ke KPU Papua. Kami harap KPU selektif mungkin memverifikasi berkas administrasi kedua bakal paslon, khususnya JWW. Saya dan teman-teman akan kawal proses ini hingga selesai," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Minim akses pantai Pasir Dua sepi pengunjung

Selanjutnya

Tiga perusahaan kebut pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat